Antisipasi Macet, Jumlah Petugas Lokat TPR Parangtritis Ditambah

TPR Induk Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul. - Harian Jogja/Arief Junianto
27 Mei 2019 16:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Selama libur Lebaran, jumlah petugas penjaga loket Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Induk Parangtritis ditambah. Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menambah jumlah personel dari tujuh orang di hari biasa, menjadi 27 orang saat libur Lebaran.

Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan petugas pemungutan retribusi kawasan wisata Parangtritis biasanya hanya tujuh orang yang terbagi di TPR Induk sebanyak empat orang dan TPR Depok sebanyak tiga orang. “Selama Lebaran kami tambah petugas TPR jadi 27 orang untuk siaga mulai 6-16 Juni mendatang,” kata Kwintarto, saat ditemui di Parasamya, kompleks Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bantul, Senin (27/5/2019).

Dia mengatakan petugas pemungutan retribusi itu nantinya tidak hanya menunggu di loket, namun akan aktif jemput bola melayani penjualan tiket sebelum gerbang TPR jika memang antrean sudah mengular.

Hal itu dilakukan agar penumpukan kendaraan tidak memanjang hingga Jembatan Kretek. Pasalnya, jembatan tersebut sejatinya tidak didesain untuk berhentinya kendaraan.

Selain itu dengan adanya sistem jemput bola penjualan tiket khusus kendaraan roda empat, kata Kwintarto, setidaknya dapat menghemat pemberhentian kendaraan dari yang biasanya mencapai 15-20 detik tiap kendaraan di loket TPR. “Jika antrean kendaraan masih tidak tertangani dengan sistem jemput bola, maka kami juga sudah menyiapkan rencana selanjutnya, yakni meloloskan kendaraan tanpa membeli tiket. Saya sebelumnya sudah meminta izin kepada Bupati Bantul soal rencana dan rekayasa arus lalu lintas di sekitar TPR Induk Parangtritis tersebut,” ucap mantan Camat Sewon itu.

Diakui Kwintarto, Pemkab Bantul lebih mengutamakan kenyamanan dan keamanan wisatawan. Dia khawatir antrian kendaraan yang lama membuat wisatawan tidak nyaman. Selain itu juga dapat mengganggu arus lalu lintas masyarakat.

Untuk itu, institusinya juga sudah bekerja sama dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait dengan rekayasa arus lalu lintas sekitar TPR Induk Parangtritis. “Termasuk ketika arus lalu lintas sudah tak terkontrol maka akan dibuat searah menuju pantai dan TPR Depok khusus untuk pintu keluar,” kata Kwintarto.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas, Dishub Bantul, Agus Jaka, sebelumnya mengatakan sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalur wisata, khususnya Jalan Parangtritis yang selalu ramai tiap musim liburan. Rekayasa tidak hanya dilakukan di pintu masuk TPR Parangtritus, namun sepanjang Jalan Parangtritis juga akan direkayasa.

Di antaranya dengan membuat jalur dua arah di sejumlah persimpangan seperti di Simpang Tembi, Simpang Manding, Patalan, dan Pundong, “Traffic light di simpang-simpang jalan itu nanti akan dimatikan dan diganti dengan rambu portabel serta water barrier,” kata Agus.