Panen, Harga Cengkih Kering Mencapai Rp77.000/Kg

Petani yang juga pengepul cengkih, Sunarno, sedang menjemur cengkih di Dusun Sibolong, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Sabtu (25/5/2019).-Harian Jogja - Fahmi Ahmad Burhan
28 Mei 2019 16:02 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Cengkih di pegunungan Menoreh sudah mulai dipanen petani dengan perkiraan puncak panen pada Agustus mendatang. Saat ini, harga jual cengkih dari petani dipatok Rp23.000 per kilogram.

Salah satu petani yang juga pengepul cengkih di Dusun Sibolong, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Sunarno, mengatakan cengkih mulai dipanen pada awal Mei ini. Harga Rp23.000 per kilogram itu untuk jenis cengkih basah sedangkan cengkih kering bisa sampai Rp77.000 per kilogram.

Dia menuturkan cengkih yang dia tanam biasanya tiga tahun sekali baru bisa panen. Setelah panenan di pohon cengkihnya ditambah hasil panenan petani lainnya, ia kemudian menjualnya ke Purworejo, Jawa Tengah.

“Semua cengkih di Menoreh itu dibawa ke Purworejo,” ujarnya, Senin (27/5/2019). Sunarno biasanya mengirimkan hasil cengkih kering yang sudah dijemur setiap sepekan sekali. Tiap pekannya dia bisa menjual sampai empat kuintal cengkih.

Petani cengkih di Dusun Prangkokan, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Wakinem, mengatakan cengkih biasanya mulai panen di musim kemarau sementara di musim hujan cengkih akan berbuah. Dia mempunyai pohon cengkih hampir 100 pohon.

Untuk tiap satu pohon menghasilkan 10 kilogram cengkih karena cengkih panennya cukup lama, maka biasanya petani menyelingi dengan tanaman lainnya. “Diselingi sama pohon sengon yang bisa panennya cukup singkat,” papar Wakinem.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Widiastuti mengungkapkan untuk DIY, potensi cengkih di Kulonprogo memang paling tinggi. Berdasarkan pendataan dari jawatannya di 2018, terdapat 1.910 hektare lahan yang ditanami cengkih.

Pohon cengkih di Kulonprogo menyebar ke beberapa kecamatan di kaki pegunungan Menoreh, di antaranya Kecamatan Girimulyo, Samigaluh, Kokap, Kalibawang serta sebagian Pengasih. “Terkadang cengkih itu juga memberikan aroma yang khas pada tanaman lainnya, seperti kopi dan teh. Nanti ada kopi aromanya cengkih, begitu juga teh,” ujar Widiastuti.