WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Masyarakat memperebutkan Gunungan dalam Grebeg Syawal di Masjid Kagungan Ndalem Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat, Rabu (5/6/2019). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, JOGJA--Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat kembali menggelar Grebeg Gunungan usai pelaksanaan Salat Idulfitri di Alun-Alun Utara Jogja, Rabu (5/6/2019). Sebanyak tujuh gunungan diperebutkan masyarakat.
Pengageng Kawedanan Pengulon, KRT Akhmad Mukhsin Kamaludin Ningrat menjelaskan, grebeg gunungan ini merupakan bentuk syukur Kraton atas telah tuntasnya ibadah selama bulan ramadan. "Diwujudkan dengan sedekah dalem berupa gunungan hasil bumi untuk masyarakat," katanya.
Istilah grebeg diambil dari bagaimana masyarakat mengambil hasil bumi dari gunungan, yakni dengan cara berebut atau digrebeg. Kraton rutin menggelar event ini tiga kali dalam setahun, yakni Sawal, Besar dan Maulud.
Abdi Dalem Penjaga Masjid Kagungan Ndalem Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat, Muhammad Abror, mengatakan ada tujuh gunungan yang dikeluarkan pada grebeg ini, meliputi tiga gunungan kakung, gunungan setri, gunungan gepak, gunungan darat dan gunungan pawuhan.
Ketujuh gunungan ini lima diantaranya diarahkan ke Masjid Kauman, satu gunungan kakung dibawa ke Kepatihan dan satu gunungan kakung ke Pakualaman. "Sebelum ada danais cuma satu gunungan kalau pas syawal, sekarang diratakan," kata dia.
Isi gunungan ini berupa hasil alam pertanian, diantaranya kacang panjang, cabai, telor bebek, entho-entho, legendar dan lainnya. Masyarakat terlihat antusias menggrebeg gunungan ini.
Dalam mengawal gunungan, Kraton mengerahkan sejumlah bergodo, yakni Bergodo Surokarso untuk gunungan di Masjid Kauman, Bergodo Bugis untuk gunungan di Kepatihan dan satu bergodo dari Pakualaman sebdiri untuk gunungan di Pakualaman.
Setelah Grebeg Gunungan, agenda Kraton selanjutnya adalah ngabekten. Siang untuk sentana ndalem dan putra ndalem, lalu sorenya ngabekten ageng untuk seluruh abdi dalem. "Kemudian besoknya baru untuk yang putri,”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Jadwal SIM Keliling Bantul Juli 2026 lengkap. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini Selasa 7 Juli 2026 lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 7 Juli 2026 di Condongcatur. Cek lokasi, waktu layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Sebanyak tujuh siswa asal Sleman resmi diterima di Sekolah Rakyat MA 20 melalui SK Gubernur DIY. Mereka sementara tinggal di SRT Kulonprogo.
akil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengajak petani milenial di Kalurahan Terbah, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, untuk berani menanam komoditas bawang