Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Masyarakat memperebutkan Gunungan dalam Grebeg Syawal di Masjid Kagungan Ndalem Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat, Rabu (5/6/2019). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, JOGJA--Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat kembali menggelar Grebeg Gunungan usai pelaksanaan Salat Idulfitri di Alun-Alun Utara Jogja, Rabu (5/6/2019). Sebanyak tujuh gunungan diperebutkan masyarakat.
Pengageng Kawedanan Pengulon, KRT Akhmad Mukhsin Kamaludin Ningrat menjelaskan, grebeg gunungan ini merupakan bentuk syukur Kraton atas telah tuntasnya ibadah selama bulan ramadan. "Diwujudkan dengan sedekah dalem berupa gunungan hasil bumi untuk masyarakat," katanya.
Istilah grebeg diambil dari bagaimana masyarakat mengambil hasil bumi dari gunungan, yakni dengan cara berebut atau digrebeg. Kraton rutin menggelar event ini tiga kali dalam setahun, yakni Sawal, Besar dan Maulud.
Abdi Dalem Penjaga Masjid Kagungan Ndalem Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat, Muhammad Abror, mengatakan ada tujuh gunungan yang dikeluarkan pada grebeg ini, meliputi tiga gunungan kakung, gunungan setri, gunungan gepak, gunungan darat dan gunungan pawuhan.
Ketujuh gunungan ini lima diantaranya diarahkan ke Masjid Kauman, satu gunungan kakung dibawa ke Kepatihan dan satu gunungan kakung ke Pakualaman. "Sebelum ada danais cuma satu gunungan kalau pas syawal, sekarang diratakan," kata dia.
Isi gunungan ini berupa hasil alam pertanian, diantaranya kacang panjang, cabai, telor bebek, entho-entho, legendar dan lainnya. Masyarakat terlihat antusias menggrebeg gunungan ini.
Dalam mengawal gunungan, Kraton mengerahkan sejumlah bergodo, yakni Bergodo Surokarso untuk gunungan di Masjid Kauman, Bergodo Bugis untuk gunungan di Kepatihan dan satu bergodo dari Pakualaman sebdiri untuk gunungan di Pakualaman.
Setelah Grebeg Gunungan, agenda Kraton selanjutnya adalah ngabekten. Siang untuk sentana ndalem dan putra ndalem, lalu sorenya ngabekten ageng untuk seluruh abdi dalem. "Kemudian besoknya baru untuk yang putri,”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.