Badingah Minta Perantau Harus Punya Keahlian Khusus

Anggota IKG berjabat tangan dengan Bupati Gunungkidul, Badingah (kiri) dalam acara halal bihalal bersama di Bangsal Sewoko Projo pada Jumat (7/6/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono.
08 Juni 2019 07:57 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI -- Jumlah masyarakat perantauan dari Kabupaten Gunungkidul mencapai ratusan ribu orang. Menurut data Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) jumlahnya sekitar.

300.000 orang merantau yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Ketua IKG, Eddy Sukirman, mengungkapkan anggota IKG terdiri dari berbagai pekerjaan seperti TNI, polisi, guru, pengusaha, tukang parkir, serta asisten rumah tangga. Ia menegaskan IKG merupakan wadah untuk menjalin komunkasi dan silaturahmi antar warga asli Bumi Handayani yang ada di perantauan.

"Bagi yang sudah terdaftar akan diberikan ID kepada para anggota. Kami juga masih mendata orang asli sini yang belum masuk IKG," ucapnya seusai Halal Bihalal di Bangsal Sewoko Projo, Jumat (7/6/2019)

Lebih lanjut dikatakan Eddy, pada lebaran kali ini pihaknya berhasil melakukan progoram mudik bersama. Jumlah pemudik yang ke Gunungkidul ialah 2.700 orang ke 18 kecamatan yang ada di Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul, Badingah, mengimbau kepada para masyarakat Gunungkidul yang akan merantau sebaiknya melihat dahulu kemampuan apa yang dipunyai. Pasalnya, ia menyayangkan jika perantau tidak punya keahlian khusus akan menambah beban tempat ia merantau.

"Bukan hanya untuk daerahnya tetapi juga dirinya sendiri," ujar Badingah.

Menurut Badingah, di Kabupaten Gunungkidul ada lowongan kerja. "Lebih baik jika membangun wilayahnya sendiri," katanya.