Sebelum Tinggalkan Kulonprogo, Ini yang Akan Dilakukan Hasto Wardoyo

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo - Harian Jogja/Desi Suryanto
09 Juni 2019 18:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Hasto Wardoyo masih menunggu kepastian pelantikan dirinya menjadi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Sembari menunggu, dia memiliki target untuk menuntaskan sejumlah persoalan dan janji-janji politik sebagai bupati Kulonprogo.

"Kalau saya ditanya kapan [dilantik jadi Kepala BKKBN] yang tau Menteri Sekretariat Kabinet (Menseskab), kalau Pak Seskab [Pramono Anung] sudah bilang ke saya kalau SK benar dan saya akan dilantik, kita tunggu aja, karena saya juga banyak pekerjaan," kata Hasto usai mengikuti acara syawalan di halaman Pemkab Kulonprogo, Minggu (9/6/2019).

Hasto menyatakan belum mengetahui kapan dirinya akan dilantik. Disinggung apakah pelantikan bakal dilangsungkan tahun ini, ia enggan menjawab. Namun demikian ia memastikan akan menyelesaikan beberapa persoalan yang belum tuntas di Kulonprogo.

"Ketika Informasi kepindahan ini muncul, seluruh pekerjaan rumah akan diselesaikan satu persatu sembari nunggu pelantikan. Sekarang ini saya banyak persiapan, yang penting-penting diselesaikan, dan nantinya juga ada estafet kepemimpinan, pindah gak pindah tetap harus diselesaikan," ujarnya.

Berdasarkan catatan KPU Kulonrogo Hasto bersama wakilnya, Sutedjo memiliki visi mewujudkan masyarakat Kulonprogo yang rukun, sehat sejahtera, mandiri, aman, berprestasi dan keadilan berdasarkan iman dan takwa. Adapula 10 misi yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM. Penyampaian visi misi ini tertulis dalam catatan visi misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo, 2017-2022.

Dalam catatan itu, pasangan ini juga memberi perhatian pada lima hal, yakni kemiskinan, ketenagakerjaan, pertanian, lingkungan hidup dan budaya. Dari kelima persoalan itu, kemudian terwujud enam program pemerintah.

Antara lain Bela Beli Kulonprogo guna menumbuhkan kemandirian masyarakat, Bedah Rumah untuk membantu pengentasan kemiskinan, Gotong Rembes sebagai upaya bersama meringankan beban perekonomian masyarakat yang membutuhkan, pelayanan kesehatan yang humanis, peningkatan mutu pendidikan dan merancang pendidikan karakter, serta program bedah Menoreh sebagai cara meningkatkan infrastruktur interkoneksi guna peningkatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu Wakil Bupati Sutedjo dalam sebuah wawancara dengan awak media pada Rabu (15/5), mengatakan beberapa program pemerintahan yang perlu diselesaikan antara lain rencana pembangunan Taman Raja Nusantara.

Ide dari Hasto itu telah diusulkan sejak 2015 lalu, tapi hingga sekarang belum ada realisasi. Adapula upaya pengentasan kemiskinan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditargetkan turun 3 persen pada 2020.

"Angka rasio kemiskinan juga menjadi perhatian serius mengingat sampai hari ini masih tinggi," ujarnya.

Tedjo pun berharap rekannya bisa menyelesaikan masa jabatan terlebih dahulu. Namun demikian dia berpandangan, Hasto telah layak diberi kepercayaan di tingkat pusat. Menurutnya, kader PDIP itu memiliki kinerja yang baik.

Di mata Sutedjo, Hasto merupakan sosok yang jujur serta mempunyai semangat tinggi untuk membangun Kulonprogo. Hal ini dibuktikan dengan munculnya inovasi-inovasi baru. "Bahkan ada jargon spirit bela beli Kulonprogo, itu sangat bagus. Dan itu bisa dinasionalkan, hanya tinggal pusat mau apa tidak mengadopsi jargon itu," ujarnya.

Jika nanti Hasto benar-benar diangkat menjadi Kepala BKKBN, Sutedjo mengaku akan mengikuti aturan yang ada. Apakah dia baka naik mengisi jabatan bupati atau tidak, hal itu ia pasrahkan kepada yang berwenang. Dia juga lebih memilih untuk menunggu kepastian tersebut.