Terduga Penyandang Dana Rencana Pembunuhan Pejabat Negara Ternyata Lulusan UII Jogja

Habil Marati - Antara
11 Juni 2019 17:37 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Selain Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zen (KZ), nama Habil Marati (HM) disebut terlibat rencana pembunuhan sejumlah petinggi negara. HM kini telah ditangkap aparat kepolisian.

Menurut polisi, Habil Marati berperan sebagai pemberi uang senilai Rp150 juta dan Rp60 juta kepada Kivlan Zen dan Iwan. Uang itu digunakan untuk membeli senjata yang akan digunakan untuk menghabisi empat tokoh nasional diantaranya Menkoplhukam Wiranto.

"Tersangka HM berperan memberikan uang. Uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM, maksud dan tujuannya adalah untuk pembelian senjata api," kata Kasubdit I Dirtipidum Bareskrim Polri Kombes Daddy Hartadi di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019) seperti dikutip dari siaran langsung sejumlah televisi nasional.

Siapa Habil Marati dan bagaimana rekam jejaknya selama ini sejatinya sudah dikenal publik. Habil Marati merupakan salah satu politikus PPP yang notabene partai pendukung capres dan cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Merujuk situs jariungu.com, media komunikasi publik dengan anggota parlemen, Habil mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPR RI pada Pemilu 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Tenggara (sulteng). Namun pria kelahiran 1962 itu berdomisi di Jakarta Selatan.

Di situs Kantor Berita Radio (KBR), Habil Marati juga disebut lulusan Fakultas Ekonomi universitas Islam Indonesia (UII) Jogja. Di Jogja pula ia sempat berkiprah sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Berikut daftar riwayat pendidikan dan organisasi Habil Marati :

A. SD Lambelu Kab. Muna, Sulawesi Tenggara (lulus 1977)
B. SMPN 2 Raha (lulus 1981)
C. SMA 2 IKIP Yogyakarta (lulus 1984)
D. Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta (lulus 1991)

Riwayat Organisasi :
1. Anggota Himpunan Mahasiswa Islam Yogyakarta 1987-1990
2. Anggota Hipmi Jakarta 1998-2003
3. Anggota Majelis Pakar Partai Persatuan Pembangunan (PPP)