Ombak di Pantai Selatan Tinggi, Kondisi Masih Aman

Sejumlah pengunjung bermain di kawasan Pantai Wediombo, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Selasa (11/6/2019). Adanya kenaikan air laut karena gelombang tinggi tidak menyurutkan minat pengunjung untuk menikmati keindahan panorama pantai. /Istimewa - Dokumen SAR Satlinmas Wilayah I DIY
11 Juni 2019 19:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

—Gelombang tinggi hingga mencapai empat meter menerjang kawasan pantai Selatan Gunungkidul sejak Senin (10/6/2019) malam. Kondisi ini diprediksi berlangsung hingga Sabtu (15/6/2019).

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY, Sunu Handoko, mengatakan meski ada kenaikan tinggi gelombang, kondisi masih terpantau aman. Menurutnya, kenaikan terjadi saat kondisi air laut surut sehingga tidak berdampak secara signifikan. “Ombak cukup besar tetapi masih relatif aman dan tidak menimbulkan kerusakan,” katanya kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

Menurut dia aktivitas di kawasan pantai masih berjalan normal. Sebagai contoh di Pantai Wediombo, Kecamatan Girisubo, banyak wisatawan yang tetap berkunjung. Namun demikian, Tim SAR terus memperingatkan pengunjung untuk berhati-hati. “Kami terus memantau dan bersyukur hingga sekarang kondisi masih tetap kondusif,” katanya.

Sunu menuturkan puncak gelombang tinggi diprediksi terjadi pada Selasa hingga Rabu (12/6) dengan ketinggian gelombang mencapai empat sampai enam meter. Pada Kamis (13/6/2019) hingga Sabtu tinggi gelombang diprediksi dua hingga empat meter. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan aman. Untuk antisipasi, kami memberitahukan kepada nelayan, pedagang maupun pengunjung mengenai potensi gelombang tinggi di kawasan pantai,” kata Sunu.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono. Menurut dia gelombang tinggi tidak berdampak besar karena kondisi masih aman. “Sempat ada empat perahu yang rusak ringan saat disandarkan di aliran Sungai Baron. Tapi secara umum masih kondusif,” katanya.

Menurut dia sejak beberapa hari lalu, petugas sudah menginformasikan kepada nelayan, pengunjung maupun pelaku usaha di kawasan pantai terkait dengan potensi gelombang tinggi. Diharapkan dengan informasi ini masyarakat bisa tahu sehingga lebih berhati-hati agar dampak yang ditimbulkan bisa ditekan. “Sudah kami umumkan terkait dengan potensi ini. Harapannya semua bisa hati-hati sehingga kondisi tidak sampai menimbulkan banyak kerugian,” katanya.

Untuk berjaga-jaga petugas SAR terus disiagakan guna mengawasi keadaan di lingkungan pantai. “Kami terus memantau dan apabila butuh bantuan kami siap membantu. Yang jelas, fenomena gelombang tinggi bukan hal baru karena sudah sering terjadi pada saat musim-musim tertentu,” tutur Marjono.