Kesenian Akan Dipentaskan di Jalanan Malioboro Saban Selasa Wage

Pengunjung Malioboro berfoto di tengah jalan saat uji coba bebas kendaraan bermotor, Selasa (18/6/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
19 Juni 2019 18:02 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Liburnya pedagang dan uji coba semipedestrian Malioboro setiap Selasa Wage memunculkan wacana baru, yakni mengisi Malioboro dengan kegiatan seni budaya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja telah sepakat mengisi Malioboro dengan kegiatan seni budaya setiap Selasa Wage, ketika kawasan ikonik itu bebas dari kendaraan bermotor. “Waktunya sore dan malam,” kata dia, Rabu (19/6/2019).

Pemkot akan menunjuk kurator agar kegiatan ini bukan saja menunjukkan keragaman seni budaya di Jogja, melainkan juga memiliki standar yang memadai. Kesenian yang bakal dipentaskan di jalanan tidak saja tradisional, tapi juga modern. “Kalau musik tidak hanya musik tradisional, tapi juga klasik, kontemporer, dan sebagainya,” kata Heroe.

Pemkot akan menggandeng pelaku-pelaku seni dari kabupaten di sekitar Kota Jogja. Seperti dari Kulonprogo kan banyak kelompok seni, desa wisata, macem-macem,” katanya.

Uji coba Malioboro bebas kendaraan diterapkan pada Selasa (18/6) wage kemarin, dimulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB. Selama uji coba hanya Trans Jogja, mobil ambulans, pemadam kebakaran dan truk sampah yang boleh melintas di Jalan Malioboro.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan sejumlah kantong parkir akan disiapkan untuk mendukung program ini. Saat ini Pemda sedang mengurus perizinan untuk kantong parkir di bekas Kampus UPN. “Tapi belum keluar izinnya,” ujar Sultan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Sigit Sapto Raharjo menekankan kendaraan yang boleh melintasi sepanjang Malioboro hanyalah Trans Jogja dan kendaraan layanan masyarakat seperti pemadam kebakaran, truk pengangkut sampah, ambulans dan mobil patroli polisi jika diperlukan. “Uji coba menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” kata Sigit.

Jalan yang mengitari kawasan Malioboro, seperti Jalan Mataram, Jalan Senopati, dan Jalan Pasar Kembang masih dibuat satu arah. Sigit memperkirakan uji coba tersebut akan menambah volume kendaraan di ruas-ruas jalan menuju Malioboro. Potensi kemacetan diprediksi muncul di Jalan Mataram, Jalan Bhayangkara, Jalan Pasar Kembang serta ujung Stadion Kridosono.

Selama Malioboro bebas kendaraan, pengunjung yang akan ke kawasan itu diarahkan ke kantong parkir baik yang ada di TKP Abubakar Ali, Beskalan, Senopati, dan kantong-kantong parkir lainnya seperti parkir Stasiun Tugu Barat (Bong Suwung) dan Kridosono. “Kami berharap agar masyarakat tidak khawatir dengan uji coba ini. Tidak banyak yang diubah. Setelah ini kami akan lakukan evaluasi,” katanya.

Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto mengatakan uji coba tersebut merupakan salah satu upaya penataan kawasan di Malioboro.

“Bayangkan, penataan yang miliaran rupiah itu kalau itu tidak dioptimalkan pemanfaatannya itu akan muspra [mubazir]. Saya melihat Malioboro saat ini sudah tidak humanis, makanya saya setuju dengan kebijakan itu,” katanya.

Penerapan Malioboro bebas kendaraan bertepatan dengan program Selasa Wage yang sudah diterapkan beberapa waktu lamanya. Saat Selasa Wage, Malioboro bebas aktivitas usaha seperti PKL, lesehan dan lainnya.

Konsep Selasa Wage yang diterapkan di kawasan Malioboro dinilai dapat meningkatkan kunjungan wisatawan secara tidak langsung.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, sekaligus pengamat pariwisata, Ike Janita Dewi mengatakan Selasa Wage yang dibarengkan dengan uji coba bebas kendaraan bermotor di Malioboro, harus menjadi ajang untuk melihat berbagai dampak, mengevaluasi kebijakan dan mendapat masukan publik seluas-luasnya. Uji coba harus dilaksanakan secara cermat dan hasilnya ditindak lanjuti secara serius.

“Malioboro jadi kawasan pedestrian jelas merupakan konsep yang sangat menarik, tetapi harus dilandasi pengaturan dan penyiapan fasilitas yang memadai supaya tidak malah terjadi kekacauan itu,” katanya.

Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan konsep Selasa Wage sangat baik untuk mendorong jumlah kunjungan wisatawan.

“Satu hal yang menjadi pemikiran kami bagaimana Malioboro menarik semua segmen, tidak hanya domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara,” ucap Bobby.