Jaga Pasokan ke Pelanggan, PDAM Telusuri Kerusakan Instalasi Perpipaan

Ilustrasi warga mengambil air di sumber mata air karena kekeringan. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
21 Juni 2019 15:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani, Gunungkidul, bakal menelurusi kerusakan sistem jaringan perpipaan yang dimiliki. Hal ini sebagai tindak lanjut adanya kebocoran pipa di Dusun Ploso, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo.

Kepala Seksi Teknik PDAM Tirta Handayani, Ribut Dwi Supatman, mengatakan jajarannya sudah mendapatkan informasi terkait dengan bocornya pipa PDAM di wilayah Desa Tileng. Rencananya kerusakan tersebut segera diperbaiki sehingga kebocoran bisa diatasi. “Harus diperbaiki karena kebocoran bisa merugikan pelanggan, apalagi saat kemarau warga sangat membutuhkan air bersih,” katanya kepada wartawan, Jumat (21/6/2019).

Menurut dia, untuk titik kebocoran di Tileng PDAM berencana memindahkan pengaturan air yang menjadi sumber kebocoran ke dekat kantor pemantauan boster pompa di Desa Pucung. Diharapkan dengan pemindahan ini kebocoran bisa diatasi karena pengawasan dapat dilaksanakan setiap saat. “Kalau di dekat kantor pengawasannya bisa lebih mudah. Saat rusak bisa langsung diperbaiki sehingga layanan bisa tetap optimal,” katanya.

Dia menambahkan dalam waktu dekat PDAM Tirta Handayani akan menelusuri kerusakan jaringan perpipaan yang dimiliki. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jaringan instalasi berfungsi secara maksimal. “Akan kami telusuri dan jika ada kebocoran langsung diperbaiki sehingga tidak ada air yang terbuang,” katanya.

Sekretaris Camat Girisubo, Arif Yahya, berharap kerusakan jaringan perpipaan milik PDAM bisa diperbaiki agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu. Ia tidak menampik keberadaan air PDAM bagi masyarakat khususnya di wilayah Girisubo sangat vital karena sebagai salah satu solusi mengatasi krisis air saat kemarau. “Semua desa di Girisubo masuk wilayah kekeringan saat kemarau. Jadi dengan adanya pasokan air dari PDAM bisa membantu warga mendapatkan air bersih,” katanya.

Dia berharap jaringan perpipaan untuk sambungan baru harus diperluas. Pasalnya hingga sekarang masih ada wilayah yang belum terjangkau aliran air PDAM. Arif mencontohkan di Dusun Ploso, Desa Tileng saat ini baru ada satu kepala keluarga yang mendapatkan sambungan dari PDAM. “Itu pun baru sebatas uji coba. Harapannya jaringan sambungan baru bisa diperluas sehingga akses air bersih bagi masyarakat semakin mudah,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Dusun Ploso, Desa Tileng, rela mengantre untuk mendapatkan air dari bocornya pipa PDAM di wilayah tersebut. Salah seorang warga, Iswayanto mengaku sudah memanfaatkan bocornya pipa PDAM selama satu bulan terakhir. “Daripada terbuang percuma mending ditampung kemudian dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan air setiap harinya,” katanya.