Terkendala Ombak Pasang, Pencarian Ferry Anto dan Anaknya Maksimalkan Jalur Darat

Beberapa petugas SAR memantau ombak dalam pencarian laka laut korban bernama Ferry Anto Eko Saputro dan anaknya Freya Fajrina Dwi Saputri. - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
22 Juni 2019 09:37 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST 16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Koordinator SAR Linmas wilayah IV Pantai Baru, Dwi Rias Pamudji mengatakan pencarian dua korban hilang di Pantai Baru pada Kamis (20/6/2019) lalu atas nama Ferry Anto Eko Saputro serta anaknya Freya Fajrina Dwi Saputri masih terkendala ombak pasang dan angin kencang.

Oleh sebab itu petugas mengaku akan memaksimalkan pencarian darat. “Ombak laut selatan saat pagi hari tadi landai, para tim kami berhasil menurunkan satu perahu Jukung untuk pencarian di Laut, namun siang jam sembilan tadi ombaknya mulai pasang lagi,” kata Dwi kepada Harianjogja.com pada Jumat (21/6/2019).

Lalu setelah itu perahu yang diterjunkan oleh tim kembali mendarat dan sempat terhantam oleh ombak besar ketika para petuga hendak menepi. Beruntung petugas lain secara sigap menarik perahu tersebut ke daratan.

“Jika dipaksanakan sangat beresiko, maka dari itu kami akan memaksimalkan pencarian darat. Taruhannya nyawa jika nggak hati-hati dan sigap. Kita tim penyelamat bisa jadi korban jika dipaksakan,” Lanjut Dwi.

Dalam proses pencarian tersebut melibatkan sejumlah petugas SAR di sepanjang garis pantai. Operasi ini juga melibatkan Basarnas, Polair, Angkatan Laut, SAR DI, MTA serta sejumlah SAR relawan.

Secara bergantian mereka melakukan pencarian dengan menyusuri sepanjang garis pantai. “Fokus pencarian akan kita fokuskan di barat karena arusnya bergerak menuju barat, kemungkinan besar korban terbawa arus ke arah barat. Mulai dari TKP hingga muara kali Progo,” Jelasnya.