Sudah Sebulan, Nelayan Kulonprogo Belum Berani Melaut

Perahu-perahu nelayan diparkir di pinggir Pantai Congot, Sabtu (22/6/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
23 Juni 2019 17:27 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sudah hampir sebulan nelayan di Pantai Congot terpaksa menepikan perahunya. Mereka tidak berani melaut karena cuaca dan tingginya gelombang tidak bersahabat. 

Ketua Kelompok Nelayan Bogowonto Pantai Congot, Bambang Sutrisno, mengatakan pada Senin (17/6) lalu, nelayan Pantai Congot berencana melaut. Namun cuaca belum baik dan gelombang masih tinggi.

“Saat ini karena kondisi belum stabil, kami belum melaut,” ujar Bambang, Sabtu (22/6).

Nelayan di Pantai Congot tersebut belum melaut sejak pertengahan Ramadan lalu.

“Nanti kalau kondisi sudah stabil kami melaut lagi. Sekarang belum berani. Sudah hampir sebulan tidak melaut,” tutur Bambang.

Ia bercerita, saat nelayan tidak melaut, banyak yang mengandalkan sampingan. Pekerjaan sampingan yang digarap nelayan bermacam-macam, misalnya menjadikan perahu mereka sebagai perahu wisata mengantarkan pengunjung yang mau berwisata ke Hutan Mangrove. Ada pula yang bertani, menjadi kuli bangunan, dan yang mengandalkan penghasilan istrinya dari berjualan di pantai.

Nelayan lainnya, Suroto mengatakan pada tahun sebelumnya, nelayan tidak melaut hanya sebentar. Sekarang, gelombang tinggi bertahan lama. Nelayan pun hampir sebulan tidak berani melaut.

Saat tidak melaut, Suroto bersama rekan nelayan lainnya memanfaatkan perahunya untuk mengantar wisatawan yang mau berkunjung ke Hutan Mangrove. “Terapi sekarang operasinya hanya Sabtu dan Minggu saja,” ucapnya.

Dalam dua harinya itu ia bisa mendapatkan penghasilan sebanyak Rp500.000. Dibandingkan dengan tiga tahun silam saat perahu wisata pertama kali dioperasikan, pendapatan nelayan dari jasa mengantarkan wisatawan cenderung menurun. Pada awal beroperasi, ia bahkan bisa mendapatkan penghasilan dari mengantar wisatawan itu sebanyak Rp1 juta dalam satu harinya.