Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memprediksi puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada Agustus. Pada saat puncak, 15 kecamatan diperkirakan terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan jajarannya melakukan koordinasi dengan BMKG DIY terkait dengan musim kemarau. Menurut dia pada masa puncak musim kemarau jumlah wilayah terdampak kekeringan akan bertambah dan hampir menyasar ke seluruh daerah di Gunungkidul. Dari 18 kecamatan yang ada, hanya tiga kecamatan yang bebas dari krisis air bersih meliputi Wonosari, Karangmojo dan Playen. “Sisanya sebanyak 15 kecamatan berpotensi terdampak kekeringan,” kata Edy kepada wartawan, Rabu (26/6/2019).
Menurut dia, hingga saat ini sudah ada 10 kecamatan yang mulai terdampak kekeringan. Namun demikian dari jumlah tersebut baru lima kecamatan meliputi Girisubo, Tepus, Rongkop, Panggang dan Paliyan yang telah resmi mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD. Lima kecamatan lain yang terdiri dari Patuk, Purwosari, Semin, Semanu dan Gedangsari masih sebatas informasi secara lisan. “Kalau ada permintaan resmi, maka kami akan kirim bantuan. Hingga sekarang bantuan air bersih ke daerah-daerah rawan sudah berjalan,” kata Edy.
Menurut dia, untuk bantuan air bersih tahun ini BPBD mengalokasikan anggaran Rp530 juta. Rencananya bantuan air disalurkan menggunakan enam mobil tangki dan satu unit sebagai armada cadangan. Penyaluran bantuan air bersih tak hanya dilakukan BPBD. Pemerintah kecamatan juga memiliki anggaran. Selain itu, kata Edy, berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya pihak swasta juga banyak yang berpartisipasi dalam penyaluran. “Harapannya ada koordinasi sehingga bantuan bisa efektif dan tepat sasaran,” kata dia.
Sekretaris Camat Girisubo, Arif Yahya, mengatakan selama ini untuk mengatasi krisis air di Kecamatan Girisubo masih mengadalkan program bantuan air bersih, baik yang dilakukan kecamatan maupun BPBD. Ia berharap untuk mengatasi krisis peran dari PDAM dioptimalkan melalui perluasan penyambungan pipa sehingga instalasi dapat dirasakan secara luas. “Harapannya PDAM bisa menambah sambungan baru di wilayah Girisubo sehingga masalah air bersih bisa diatasi khususnya pada saat kemarau,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.