Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ibadah haji. /REUTERS-Ammar Awad
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 236 jemaah calon haji asal Gunungkidul akan menjalankan ibadah ke Tanah Suci di tahun ini. Rencananya keberangkatan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter) yakni kloter 22 SOC sebanyak 206 jemaah dan kloter 96 SOC sebanyak 30 jemaah.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, Muhammad Yusuf, mengatakan persiapan untuk penyelenggaraan haji tahun ini terus dipersiapkan. Selain memastikan jumlah peserta dan akomodasi selama ibadah, panitia juga mempersiapkan fisik calon jemaah.
Menurut dia, tahun ini ada 236 calon jemaah haji yang diberangkatkan ke Tanah Suci dalam dua kloter yakni 22 SOC dan 96 SOC. Rencananya keberangkatan pertama yakni kloter 22 dilakukan pada 12 Juli 2019 menuju Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. “Untuk kloter 96 diberangkatkan paling akhir karena merupakan kuota tambahan sehingga keberangkatan tidak bisa bersamaan dengan kloter yang awal,” kata Yusuf kepada wartawan, Rabu (26/6/2019).
Untuk kesiapan fisik jemaah, Kemenag terus memantau. Selain itu,untuk menyesuaikan dengan kondisi di Tanah Suci, jemaah calon haji juga melakukan latihan dengan manasik haji. “Manasik dilakukan sebagai upaya mempersiapkan para jemaah saat menjalankan ibadah haji. Jadi, manasik dilakukan pada siang hari dengan tujuan agar peserta bisa menyesuaikan diri dengan keadaan di Arab Saudi,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Kemenag Gunungkidul, Aidi Johansyah. Menurut dia para calon haji harus terus menjaga kesehatan. Menurut dia kesehatan sangat penting karena sebagai pendukung pada saat menjalankan ibadah selama di Tanah Suci. “Yang paling diingat, kondisi di sana [Tanah Suci] berbeda dengan di Tanah Air, jadi kesehatan harus dipersiapkan dengan baik sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Menurut Aidi, untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, Gunungkidul mendapatkan tambahan kuota. Hal itu tidak lepas adanya penambahan kuota di Pemerintah Pusat sebanyak 10.000 jemaah. “Awalnya hanya ada satu kloter, tapi dengan adanya tambahan maka keberangkatan dilakukan dalam dua kloter,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.