Calon Haji Asal Gunungkidul Diberangkatkan Dalam 2 Kloter

Ibadah haji. - REUTERS/Ammar Awad
26 Juni 2019 18:42 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 236 jemaah calon haji asal Gunungkidul akan menjalankan ibadah ke Tanah Suci di tahun ini. Rencananya keberangkatan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter) yakni kloter 22 SOC sebanyak 206 jemaah dan kloter 96 SOC sebanyak 30 jemaah.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, Muhammad Yusuf, mengatakan persiapan untuk penyelenggaraan haji tahun ini terus dipersiapkan. Selain memastikan jumlah peserta dan akomodasi selama ibadah, panitia juga mempersiapkan fisik calon jemaah.

Menurut dia, tahun ini ada 236 calon jemaah haji yang diberangkatkan ke Tanah Suci dalam dua kloter yakni 22 SOC dan 96 SOC. Rencananya keberangkatan pertama yakni kloter 22 dilakukan pada 12 Juli 2019 menuju Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. “Untuk kloter 96 diberangkatkan paling akhir karena merupakan kuota tambahan sehingga keberangkatan tidak bisa bersamaan dengan kloter yang awal,” kata Yusuf kepada wartawan, Rabu (26/6/2019).

Untuk kesiapan fisik jemaah, Kemenag terus memantau. Selain itu,untuk menyesuaikan dengan kondisi di Tanah Suci, jemaah calon haji juga melakukan latihan dengan manasik haji. “Manasik dilakukan sebagai upaya mempersiapkan para jemaah saat menjalankan ibadah haji. Jadi, manasik dilakukan pada siang hari dengan tujuan agar peserta bisa menyesuaikan diri dengan keadaan di Arab Saudi,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Kemenag Gunungkidul, Aidi Johansyah. Menurut dia para calon haji harus terus menjaga kesehatan. Menurut dia kesehatan sangat penting karena sebagai pendukung pada saat menjalankan ibadah selama di Tanah Suci. “Yang paling diingat, kondisi di sana [Tanah Suci] berbeda dengan di Tanah Air, jadi kesehatan harus dipersiapkan dengan baik sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Menurut Aidi, untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, Gunungkidul mendapatkan tambahan kuota. Hal itu tidak lepas adanya penambahan kuota di Pemerintah Pusat sebanyak 10.000 jemaah. “Awalnya hanya ada satu kloter, tapi dengan adanya tambahan maka keberangkatan dilakukan dalam dua kloter,” katanya.