Pecahkan Rekor Muri, Unisa Gelar Senam Ergonomik dengan Membawa Sapu Tangan

Panitia Unisa Festival 2019 Dhono Anggoro (ketiga dari kiri) dan Pemred Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono (kedua dari kanan) berfoto bersama di Kantor Harian Jogja, Kamis (27/6/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
27 Juni 2019 18:02 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta akan menggelar Unisa Festival 2019 dalam rangkaian Milad yang ke-28. Event itu akan diisi sejunlah acara seperti lari dan pemecahan rekor Muri senam ergonomik dengan membawa sapu tangan sebagai kampanye pengurangan penggunaan tisu yang melibatkan sekitar seribu mahasiswa pada Minggu (7/7/2019).

Panitia Unisa Festival 2019 Dhono Anggoro menjelaskan Unisa Festival digelar untuk mengajak anak muda dan masyarakat dalam mengkampanyekan hidup sehat sekaligus mewadahi kreativitas remaja. Sehingga diharapkan mampu menimbulkan dampak positif bagi perkembangan kepribadian dan mampu menumbuhman jiwa enterpreneurship di kalangan mahasiswa.

"Acaranya akan diawali dengan running Unisa bagi pelajar, mahasiswa, masyarakat dan TNI Polri, serta beberapa kegiatan menarik lainnya," terang dia saat berkunjung ke Harian Jogja, Kamis (27/6/2019).

Humas Unisa Yusfrita menambahkan dalam kegiatan itu akan digelar pula pemecahan rekor Muri senam ergonomik dengan membawa sapu tangan. Pemecahan rekor Muri akan melibatkan sedikitnya 1.000 orang. Pihaknya ingin mengkampanyekan pengurangan penggunaan tisu dengan memakai sapu tangan.

"Dengan menggunakan sapu tangan diharapkan bisa menggugah kesadaran pengurangan menggunakan tisu, sehingga bisa beralih ke sapu tangan," ujarnya.

Ia berpendapat pentingnya pengurangan penggunaan tisu sebagai bentuk menjaga lingkungan. Terutama mengurangi dampak sampah, karena tisu selalu berakhir di tempat sampah. Di sisi lain, hutan terus ditebang untuk bahan baku pembuatan kertas. "Kami sepakat untuk menjaga lingkungan, termasuk di kampus kami tidak lagi menggunakan air mineral gelas kemasan tetapi disediakan langsung dengan kertas," ucapnya.

Selain itu akan digelar pula culture festival, education fair, flea market, bazar sembako murah, bazar fashion, kuliner dan pemeriksaan kesehatan gratis yang terbuka untuk masyarakat.

"Pemeriksaan kesehatan seperti deteksi dini kanker servik, gula darah, asam urat, kolesterol, fisioterapi, psikologi dan ada konsultasi tumbuh kembang anak," katanya.