Kuota PPDB di Sejumlah SMA Negeri di Jogja Tak Terpenuhi, Jangan Khawatir, Ini Solusinya

Ilustrasi PPDB. - JIBI
27 Juni 2019 21:17 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Ketua Panitia PPDB DIY 2019 jenjang SMA/K, Didik Wardaya mengatakan, sekolah tidak perlu khawatir akan kekurangan siswa dalam sistem PPDB.

Karena bagi sekolah yang kuotanya belum terisi penuh, akan 'dicarikan siswa' oleh sistem. Siswa tersebut juga diutamakan berasal dari zona satu sekolah. Bahkan siswa yang akan ditempatkan sistem untuk di sekolah tersebut, bisa pula dimungkinkan siswa yang tidak pernah mendaftar ke sekolah itu. Namun ia tercatat dalam sistem belum diterima di sekolah negeri manapun.

"Kalau siswa itu tidak mau, ada cadangan [nama-nama siswa lainnya] dalam sistem. Nama siswa bisa dilihat di laman jejaring PPDB," ujarnya.

Ia menyebutkan, sejumlah sekolah yang belum terpenuhi kuotanya antara lain SMA N 1 Temon, Kulonprogo. Dari kuota 36 baru terisi sekitar 18 orang. SMA N 1 Tanjungsari, Gunungkidul kelas reguler [non KKO], SMA N 1 Tempel, Sleman, sejumlah SMK dan SMA N 1 Cangkringan.

"SMA N 1 Cangkringan kurang sekitar tujuh anak. Tapi di sana juga akan diisi oleh siswa dari program kerjasama berasal dari Papua, sebanyak enam anak," tuturnya.

Menurut Didik, secara umum tahapan PPDB berlangsung lancar. Dari sistem juga diketahui, sebaran input siswa ke setiap sekolah menjadi lebih merata, termasuk di sekolah wilayah pinggiran. Namun Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Disdikpora DIY) tetap mengevaluasi sistem. 

"Kalau saat ini, sistem masih mencari sekolah yang kuotanya belum terpenuhi," tuturnya.