Pilkada Sleman 2020 Butuh BIaya Rp42 Miliar

Warga mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). - Bisnis/Rachman
27 Juni 2019 06:27 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST 16) Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN – Untuk melancarkan kegiatan Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada September 2020, Komisi Pilihan Umum (KPU) mengajukan dana Rp42 miliar.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi menyampaikan bahwa dana tersebut akan digunakan berbagai kebutuhan saat Pilkada 2020 nanti. Di antaranya adalah biaya sosialisasi, bimbingan teknis serta biaya kebutuhan lainnya seperti kotak suara.

“Selain itu jumlah segitu juga kami gunakan untuk honor para ad hoc PPK, PPS, hingga KPPS. Soalnya kami harus memberikan honor yang setara dengan beban kerja mereka dan menurut honor juga berpengaruh terhadap kerja mereka,” katanya ketika dihubungi Harianjogja.com pada Rabu (26/6/2019).

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi lanjut kepada Pemda untuk mencairkan dana tersebut. Nantinya Pemda juga akan mendapatkan penjelasan serta rincian dari pengajuan dana Pilkada yang dilakukan oleh pihak KPU Sleman.

Pengajuan dana ini memang lebih banyak dibandingkam dari pengajuan dana anggaran Pilkada pada 2015 lalu. Menurut Trapsi pada 2015 lalu pihaknya mendapatkan anggaran sebesar 24 miliar dari APBD setempat.

Menurutnya hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pengadaan kotak suara baru. “Tahun 2015 kan nggak ada pengadaan untuk kotak suara, sekarang kita ajukan untuk pengadaan kotak suara tersebut. Jadi semua bahan yang diperlukan adalah bahan baru semua bukan dari bekas Pilpres kemarin,” Jelasnya.

“Sejauh ini kami masih menunggu PKPU dari KPU RI terkait dengan tahapan serta jadwal Pilkada dan yang lain-lainnya, sampai dengan hari ini kan hal tersebut masih diuji publik. Semoga pada September 2020 nanti Pilkada berjalan lancar dan aman,” tutup Trapsi.