Kembali Gelar Pameran Potensi, Ini Dia Target Pemkab Sleman

Ilustrasi UMKM - Bisnis Indonesia/Rachman
27 Juni 2019 17:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman kembali menggelar Pameran Potensi Daerah (PPD) tahun ini. Pada event yang digelar secara rutin tiap tahun tersebut, masyarakat dan pemerintah bakal menampilkan berbagai produk UMKM unggulan di Kabupaten Sleman.

Kepala Disperindag Sleman Tri Endah Yitnani, mengatakan event ini juga bakal menampilkan pagelaran seni budaya, serta menginformasikan pelayanan publik yang dilakukan Pemkab Sleman. "Sebagai daya tarik, nanti juga ada pertunjukan musik, tarian, dan kesenian lain," kata Tri Endah Yitnani, Kamis (27/6/2019).

Rencananya PPD Sleman 2019 akan digelar di dua tempat, yakni di komplek Alun-Alun Denggung, dan Gedung Serba Guna Sleman selama 10 hari mulai 6-15 Juli. Melalui PPD tahun ini, dinasnya menargetkan bisa meraup transaksi hingga Rp2,5 miliar. Target itu meningkat jika dibandingkan dengan realisasi transaksi tahun lalu yang mencapai Rp2,18 miliar.

Melihat dari tren perolehan transaksi yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun, Endah mengaku optimistis target itu dapat tercapai. Terlebih target pameran ini, tidak sekedar pangsa ritel melainkan sebagai media pengenalan produk unggulan yang ada di Sleman.

Menariknya, lanjut Tri, event kali ini juga dikemas mengikuti perkembangan zaman lewat lomba foto instagram. Selain itu diadakan pula lomba gim daring Mobile Legends dengan target peserta adalah anak muda. "Dari analisis dan evaluasi, pengunjung PPD belum banyak dari kalangan milenial. Karena itu kami ingin menggaet mereka," katanya.

Tri Endah mengatakan PPD 2019 ini juga akan diisi lokakarya batik yang bertujuan memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang perbedaan batik tulis, dan cetak.

Kabid Usaha Perdagangan Disperindag Sleman Nur Hidayati Padminingsih menambahkan PPD 2019 akan diisi oleh 253 stan dari instansi kecamatan, OPD, perbankan, BUMN, BUMD, swasta, dan pelaku usaha kuliner maupun UMKM mandiri, serta pasar malam.

"Untuk memberikan kesempatan kepada yang lain, UMKM yang sudah naik kelas tidak diikutkan lagi. Kriteria kelasnya sudah ada didasarkan tahapan pemasaran lokal, regional, nasional hingga internasional," ujar dia.

Nur mengatakan untuk mencapai target transaksi Rp2,5 miliar tersebut Disperindag juga bakal menggalakkan publikasi via media sosial, media massa, baliho, rontek, maupun spanduk.