Kecamatan Ponjong Tetap Jadi Penerima PKH Terbanyak

Ilustrasi bantuan
27 Juni 2019 15:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kecamatan Ponjong menjadi penerima keluarga harapan (PKH) terbanyak dengan bantuan sosial yang didapat kurang lebih Rp3,8 miliar. Pada pencairan tahap pertama, jumlah penerima PKH di wilayah ini tercatat sebanyak 5.147 jiwa, sedangkan pada tahap kedua April lalu penerima berjumlah 5.118 jiwa.

Total bantuan sosial sekitar Rp46 miliar telah dicarikan untuk PKH tahap kedua pada April lalu. Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul, sebanyak 62.294 warga mendapat bantuan sosial dalam pencarian tahap kedua.

Kepala Dinsos Gunungkidul, Siwi Irianti, mengatakan meski jumlah penerima PKH di Ponjong masih terbanyak, tetapi ada pengurangan dalam kategori masyarakat yang mendapat bantuan. Namun demikian Dinsos masih mendata keseluruhan masyarakat yang tidak lagi menerima PKH atau mengundurkan diri. "Kami perlu memverifikasi di lapangan apakah harus dihapus dari daftar penerima PKH," ujarnya, Kamis (27/6/2019).

Siwi menyebutkan data yang ia terima dari Kementerian Sosial (Kemensos) terdapat satu juta orang yang mengundurkan diri di seluruh Indonesia. "Pendataan berikutnya berguna untuk mengetahui pada pencairan tahap ketiga dapat diteruskan atau tidak," kata dia.

Di sisi lain, Kemensos sempat menanyakan kebenaran salah satu warga di Kecamatan Gedangsari yang berusia 90 tahun menjadi PKH. Dinsos membenarkan orang tersebut memang ada tetapi sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Hal tersebut dikarenakan di Bumi Handayani terjadi penambahan lansia yang luar biasa. "Kadang mereka [Kementerian Sosial] tidak mengerti situasi di daerah seperti apa dan berkaitan dengan anggaran mereka," katanya.

Koordinator Kabupaten (Koorkab) PKH Gunungkidul, Herjun Pangaribowo, menyatakan pada 2019 ini jumlah sementara penerima PKH yang mengundurkan diri sebanyak 186 orang. Menurutnya, pemutakhiran data terkait dengan warga yang tidak lagi menerima PKH baru dilakukan pada awal Juli. "Yang graduasi mandiri termasuk tahap dua masih dihitung," ucapnya.