Tekan Pengangguran, Padat Karya Digelar di 65 Titik di Gunungkidul
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). /Solopos- Nicolous Irawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul menyambut baik adanya kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang terkait dengan Specified Skilled Worker (SSW). Pasalnya dengan kerja sama ini, potensi pengiriman tenaga kerja ke Jepang akan semakin besar.
Kepala Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Jepang merupakan peluang yang baik. Pasalnya, dengan kerja sama bilateral ini maka ada peluang tenaga kerja asal Gunungkidul bisa bekerja di Jepang.
“Ini peluang yang bagus. Apalagi minat warga Gunungkidul yang bekerja ke luar negeri juga semakin banyak,” kata Aris kepada wartawan, Kamis (26/6/2019).
Menurut dia, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri menjadi ranah dari Pemerintah Provinsi. Namun demikian, Disnakertrans kabupaten bisa membantu dalam upaya rekomendasi agar masuk dalam program pengiriman tenaga kerja ke Jepang.
“Memang dari sisi kualifikasi harus memenuhi. Jika memang tertarik, kami siap memfasilitasi, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas ketrampilan dan bahasa yang dimiliki,” tuturnya.
Dia menjelaskan, kerja ke luar negeri merupakan hal yang biasa. Setiap tahunnya ada ratusan TKI asal Gunungkidul yang dikirimkan ke berbagai Negara seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan hingga kawasan Timur Tengah.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul, Munawar Aksin mengatakan, untuk bekerja di luar negeri, calon pekerja tidak hanya memiliki ketrampilan, namun dari sisi bahasa juga harus terpenuhi.
Pasalnya, dengan mengerti bahasa tempat tujuan Negara untuk bekerja maka akan mempercepat dalam proses adaptasi di lingkungan kerja.
“Bahasa sangat penting dan kami imbau kepada calon tenaga kerja menguasai bahasa di Negara yang dituju,” katanya.
Menurut dia, untuk meningkatkan ketrampilan calon tenaga kerja, Disnakertrans akan memanfaatkan keberadaan Balai Latihan Kerja. Munawar menjelaskan, BLK bisa menjadi solusi dan pelatihan sehingga kemampuan yang dimiliki tenaga kerja mumpuni dan bisa bersaing dengan calon tenaga kerja dari daerah lain. “Kita rutin menggelar sejumlah pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan para pencari kerja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Ban berpola asimetrik diklaim mampu meredam kebisingan tanpa mengurangi performa SUV, sekaligus tetap andal di berbagai kondisi jalan.
IKN akan menjadi percontohan rehabilitasi mangrove melalui Program M4CR dengan target penanaman 1.100 hektare hingga 2027.
Kadin memfokuskan kontribusi pada konsumsi, investasi swasta, dan ekspor yang menopang 92 persen PDB Indonesia, menurut Anindya Bakrie.
Merasa bersalah saat beristirahat? Simak penjelasan psikolog tentang penyebab productivity guilt dan empat cara mengatasinya.
Genmuda ISRI mengusulkan 13 Juli menjadi hari libur nasional sebagai tindak lanjut pengakuan Hari Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.