Musim Kemarau, Warga Diimbau Tak Boros Air

Sejumlah petugas PDAM memperbaiki instalasi perpipaan di salah satu sumber yang dimiliki. Foto diambil beberapa waktu lalu. - Istimewa/PDAM Gunungkidul
30 Juni 2019 18:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, meminta masyarakat untuk bijak dalam penggunaan air bersih. Hal ini dibutuhkan agar tidak ada air yang terbuang dengan percuma karena ketersediaan air tidak sama seperti pada saat musim penghujan.

“Harus berhemat karena air sebagai sumber kehidupan jangan dibuang. Terlebih lagi di wilayah Gunungkidul banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih karena ketiadaan sumber air,” kata Immawan, Sabtu (29/6/2019).

Selain mengimbau masyarakat lebih berhemat dalam penggunaan air, Immawan juga meminta kepada masyarakat yang memiliki rezeki yang berlebih untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu warga lain yang kekurangan air. “Tidak ada salahnya membantu karena berbagi adalah kegiatan yang mulia. Selain itu, saya juga mengajak sebagai umat beragama berdoa kepada Allah SWT agar musim kemarau berlangsung cepat dan memohon hujan segera diturunkan,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto. PDAM, menurut Isnawan berupaya meningkatkan kapasitas produksi agar aliran air ke pelanggan lancar. Meski demikian sesuai dengan kebiasan dari masyarakat, saat kapasitas ditambah tingkat kebutuhan air di pelanggan juga meningkat. Padahal, saat produksi normal masyarakat juga bisa menggunakan dengan kecukupan.

“Harapannya tetap bijak dalam menggunakan air. Sebab jika penggunaan tetap boros, akan berpengaruh terhadap pelanggan yang letaknya paling jauh karena aliran tidak menjadi lancar,” katanya.

Dia menjelaskan peningkatan kapasitas produksi air dilakukan dengan memaksimalkan potensi sumber yang dimiliki seperti Wonosari, Seropan, Bribin dan Baron. Di waktu normal keempat sumber dapat menghasilkan kapasitas air mencapai 455 liter per detik. Di musim kemarau sejumlah sumber dioptimalkan dengan menambah kapasitas produksi menjadi 595 liter per detik.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan jajarannya memetakan dan memprediksi pada saat puncak musim kemarau di Agustus mendatang akan ada 15 kecamatan yang terdampak kekeringan. Menurut dia di wilayah Gunungkidul hanya Kecamatan Wonosari, Karangmojo dan Playen yang terbebas dari masalah krisis air bersih. “Kami sudah mengantisipasi dengan menyediakan anggaran dropping sebanyak Rp530 juta. Pada saat ada permohonan resmi, maka kami siap menyalurkan bantuan air bersih,” katanya.