PPDB SMP: Pencabutan Berkas Pendaftaran Terhambat Minimnya Tenaga

Petugas PPDB memverifikasi berkas di SMPN 1 Wonosari. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
02 Juli 2019 23:57 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Banyak wali murid ingin mencabut berkas lantaran anaknya berada di zona merah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 hari kedua di SMPN 1 Wonosari. Namun, harus menunggu ratusan berkas diverifikasi terlebih dahulu supaya sebelum mencabutnya.

Berdasarkan data dari petugas PPDB SMPN 1 Wonosari pada Selasa (2/7/2019) siang jumlah berkas yang terverifikasi sebanyak 200. Sementara itu, jumlah calon siswa (casis) yang mendaftar sebanyak 311 orang, dengan daya tampung 210 kursi.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Wonosari, Muhammad Nurhadi, mengatakan keterbatasan tenaga membuat proses verifikasi agak lambat. “Belum selesai melakukan hal ini, sudah ada wali murid yang bertanya lagi,” ujar Nurhadi.

Menurutnya, berkas dalam bentuk fisik meliputi fotokopi ijazah, nilai hasil ujian nasional, dan nomor telepon. “Semua harus lengkap, kalau tidak mencatumkan itu tidak bisa diverifikasi,” kata dia.

Nurhadi menyatakan beberapa walimurid yang sudah mengecek urutan posisi anaknya segera mencabut berkas. Rata-rata wali murid mencabut berkas karena anaknya berada di urutan 190 sampai 200-an.

Nurhadi menegaskan dasar penilaian ialah zonasi serta umur casis saat mendaftar.

Seorang wali murid yang mencabut berkas, Rina Dwi Astuti, mengungkapkan ia mengecek posisi anaknya di urutan 192. “Saya cek tadi malam sekitar pukul 00.00 WIB,” kata dia.

“Di pilihan kedua di SMPN 2 Wonosari terakhir saya cek anak saya di urutan 140.”

Dia menyebutkan pada sistem zonasi kali ini nilai murid tidak diperhitungkan. “Tetangga saya dulu nilainya 21 diterima di sini, padahal nilai anak saya 23,” kata dia.