Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Gunungkidul dinobatkan sebagai juara I Tim Inovasi Kabupaten (TIK) tingkat nasional. /Harian Jogja-Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Sebanyak enam Kabupaten yang dinyatakan sebagai pemenang Tata Kelola Program Inovasi Desa menerima penghargaan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Penghargaan diserahkan Eko Putro Sandjojo di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, (4/7/2019) sore.
Kabupaten yang dinobatkan sebagai juara I Tim Inovasi Kabupaten (TIK) tingkat nasional adalah Kabupaten Gunungkidul. Penghargaan diterima Bupati Gunungkidul, Badingah yang diwakili, Kepala DP3AKBPMD, Sujoko.
Sedangkan lima kabupaten yang lain di antaranya Pesawaran (Lampung) juara kedua; Musi Banyuasin (Sumatera Selatan) juara ketiga; Pasangkayu (Sulawesi Barat) juara harapan pertama; Bone Bolango (Gorontalo) juara harapan kedua; Bombana (Sulawesi Tenggara) sebagai juara harapan ketiga.
Kabupaten yang dinyatakan sebagai Tim Inovasi Kabupaten (TIK) terbaik, dinilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan Inspektorat Jenderal, yang meliputi; penyerapan anggaran PID, akuntabilitas dan pelaporan serta kinerja TIK.
Sebelum penyerahan penghargaan, ditempat yang sama juga diselenggarakan Workshop Pengawasan Program Inovasi Desa dengan tema “Pengawasan Program Inovasi Desa dalam rangka meningkatkan efektivitas pemanfaatan Dana Desa”. Kegiatan dihadiri oleh Tim Inovasi Kabupaten (TIK), yang berasal dari Kabupaten di Indonesia sejumlah kurang lebih 230 orang, dari Kementerian /Lembaga, Pejabat eselon I, II, dan III serta auditor di lingkungan Kemendesa PDTT, dan Satgas Dana Desa.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala DP3AKBPMD, Sujoko, bahwa tujuan kegiatan Workshop Pengawasan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas pengawasan Program Inovasi Desa, meningkatkan partisipasi pelaku inovasi desa dalam pengendalian dan menindaklanjuti hasil pengawasan Program Inovasi Desa (PID).
"Dan syukur alhamdulillah berkat kerja keras, kerjasama dan sinergitas semua pihak Kabupaten Gunungkidul dinobatkan sebagai juara I Tim Inovasi Kabupaten (TIK) tingkat nasional, ini bukan sebuah akhir dari kerja Pemkab Gunungkidul, hal sebagai penyemangat kami dalam melaksanakan tugas agar kedepan lebih baik lagi", ungkap Sujoko
Lebih jauh dikatakan, Sujoko, Workshop Pengawasan Program Inovasi Desa (PID) diharapkan dapat memberikan informasi tentang akuntabilitas pengelolaan PID serta capaian kinerja PID, "yakni sejauh mana kinerja PID dapat menggali potensi SDM dan SDA Desa sehingga masyarakat dapat lebih memahami ilmu dan skill yang diperlukan untuk mengolah kekayaan alam dan potensi yang ada di desa mereka dan hasil inovasi yang ada bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi," pungkasnya.
Di tempat terpisah, Bupati, Hj. Badingah, memberikan apresiasi kepada semua pihak sehingga prestasi yang membanggakan ini dapat diraih. Beliau berharap, melalui program tersebut akan tumbuh inovasi dan kreativitas oleh desa pada bidang infrastruktur, kewirausahaan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM), dalam rangka pemanfaatan dana desa yang lebih optimal. Inovasi yang muncul dari satu desa akan dapat ditularkan sebagai referensi ke desa lainnya, yang mempunyai potensi untuk dapat melaksanakannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.