Kerusakan Infrastruktur Akibat Badai Cempaka di Gunungkidul Akan Segera Diperbaiki

Seorang petugas menerjang air yang menggenangi kompleks SMPN 3 Saptosari, Rabu (20/3/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
06 Juli 2019 01:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul segera memperbaiki jembatan, parit, dan talud yang rusak lantaran terkena badai cempaka pada 2017 lalu. Kabupaten Gunungkidul mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp75,2 miliar untuk melakukan rehabilitasi.

Dana bantuan tersebut berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Termasuk memperbaiki empat jembatan yaitu Jembatan Tahunan, Kecamatan Paliyan; Jembatan Jelok, Kecamatan Patuk; Jembatan Mojorejo, Kecamatan Nglipar, dan jembatan Teleng di Desa Katongan, Kecamatan Karangmojo.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan parit, talud, serta 96 unit rumah juga akan diperbaiki. Hingga kini, proses rehabilitasi dan rekonstruksi sedang dalam proses Unit Layanan Pengadaan (ULP).  "Lelang perencanaan sudah selesai, tinggal menunggu lelang konstruksi," ujarnya, Rabu (3/7/2019)

Menurutnya, semua titik yang terdampak badai cempaka masuk pada proses Detail Engineering Design (DED). Rencananya DED bisa selesai pada Agustus mendatang. Ia pun mentargetkan semua perbaikan bisa selesai pada 2020.

Ia menambahkan anggaran perbaikan rumah dan jembatan sudah ditetapkan. "Perbaikan jembatan yang paling kecil anggarannya Jembatan Tahunan sekitar Rp3 miliar, sisanya Rp9 miliar. Sedangkan per unit rumah nilai perbaikannya sebesar Rp96 juta," katanya.

Kasi Rehab dan Rekon BPBD Gunungkidul Handoko, menuturkan terdapat tujuh unit yang sudah masuk lelang konstruksi. Ia menyebutkan ketujuh unit itu ialah jembatan Mojorejo, jembatan Tahunan, pengalihan jalan Gupit Ketela, perbaikan dam dan parit, rehab talud, pagar di TPA Wukirsari Baleharjo, dan rehabilitasi SD di Kecamatan Rongkop, Tepus, Ponjong.  "Keseluruhan anggaran yang dibutuhkan kurang lebih Rp31 miliar," ujarnya.