Calon Haji Termuda: Daftar Naik Haji Sejak Kelas V SD

Glenn Muhammad Ashof Kukuh Wicaksono berfoto bersama kedua orangtuanya usai berpamitan dan bersalaman dengan Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X di Bangsal Kepatihan, Senin (8/7/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razal
10 Juli 2019 16:52 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Glenn Muhammad Ashof Kukuh Wicaksono menunaikan ibadah haji di usia muda. Doanya untuk beribadah di Baitullah saat usianya baru menginjak 19 tahun terkabul. 

Mata Glenn berkaca-kaca. Dia bungah bercampur haru. Glenn satu dari sekian banyak anak muda yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

Senyumnya merekah. Penantiannya selama delapan tahun kesampaian. Glenn menjadi satu dari ribuan calon haji (calhaj) asal DIY yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

“Saya ingin mengunjungi rumah Allah di usia muda,” kata putra tunggal pasangan Heri Sofyan dan Ana Yulianti, seusai berpamitan dan bersalaman dengan Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X di Bangsal Kepatihan, Jogja, Senin (8/7/2019).

Sejak setahun terakhir Glenn aktif mengikuti manasik haji di KBIH Hajar Aswad.

Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Industri UPN Veteran Jogja ini ikut didaftarkan oleh orang tuanya sebagai calon haji saat usianya 11 tahun. Waktu itu dia duduk di bangku kelas V sekolah dasar. “Soalnya kalau daftar hari ini, masa tunggunya bisa 24 tahun lagi,” kata penduduk Perum UPN Veteran, Kregan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman itu.

Setibanya di Tanah Suci, Glenn berniat mendoakan orang-orang yang berjasa dalam hidupnya. Dia juga akan berdoa setelah lulus dari UPN bisa menjadi insinyur seperti yang dicita-citakan. “Sejak kecil saya sudah mendalami agama. Jadi sangat senang, saya berharap haji saya mabrur,” katanya.

Ibunda Glenn, Ana Yulianti, bangga dengan semangat putra semata wayangnya. Ana berharap Glenn semakin tambah dewasa, tambah kuat imannya dan semakin dalam ilmu agamanya.

“Saya bersyukur Glenn bisa ikut [naik haji]. Alhamdulillah. Dia ternyata senang, semangat untuk ikut menunaikan rukun Islam kelima ini,” katanya.

Harapan yang sama juga terlontar dari Ayah Glenn, Heri Sofyan. Dosen di UPN ini tak henti-hentinya memotret Glenn yang diwawancarai wartawan. Baginya, Glenn adalah anugerah. Dia berharap, setelah menunaikan ibadah haji, Glenn bisa lebih baik lagi dan mampu melewati tantangan masa mudanya.

“Itu harapan saya. Tahu sendiri kalau anak muda godaannya banyak. Bisa dianggap sok suci berangkat haji di usia muda. Mudah-mudahan Glenn bisa melewati itu.”

Selain Glen, satu calhaj asal DIY yang juga berusia 19 tahun adalah Salma Dewina, warga Celeban, Tahunan, Umbulharjo, Jogja. Sementara, calhaj tertua berusia 96 tahun bernama Sopiah Moh Anwar, warga Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X yang melepas calhaj asal DIY berharap kepada jemaah mendoakan DIY. “Jaga kesehatan dan selalu mematuhi arahan dari para petugas,” kata Paku Alam.

Menurut Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag DIY, Edhi Gunawan, jumlah calhaj dan petugas haji DIY pada tahun ini mencapai 3.630 orang yang terbagi dalam 11 kelompok terbang atau kloter, mulai dari Kloter 21-SOC hingga 29-SOC dan ditambah Kloter tambahan 96-SOC dan 97-SOC. “Kami sudah membekali jemaah untuk menghadapi musim panas di Arab Saudi,” katanya.

Di sana, temperetur bisa menyentuh 49 derajat Celsius.

“Mereka harus disiplin, mematuhi aturan dan waktu yang sudah ditentukan agar bisa melakukan ibadah haji dengan sempurna.”