Kebakaran Gunungkidul 154 Kasus, Kerugian Rp2,96 Miliar dan Tewaskan 2 Orang
Kebakaran Gunungkidul mencapai 154 kasus hingga September 2026 dengan kerugian Rp2,96 miliar dan dua warga meninggal dunia.
Proyek JJLS/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dilanjutkan tahun ini. Rencanannya, pembangunan dilakukan di dua ruas yakni ruas Jerukwudel-Baran-Duwet sepanjang 10,6 kilometer dan ruas Legundi-Planjan sepanjang 4,7 kilometer. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan dua ruas ini mencapai Rp378,49 miliar. Ditargetkan pembangunan selesai di 2021.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Eddy Praptono, mengatakan perjanjian kerja sama untuk pembangunan JJLS tahun ini sudah ditandatangani di Balai Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, beberapa waktu lalu. Menurut dia dengan kesepakatan itu maka proses pengerjaan jalan segera dimulai. “Setelah proses penandatangan kontrak pengerjaan juga telah dilakukan sosialisasi ke masyarakat,” kata Eddy kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).
Dia menjelaskan pembangunan dua ruas ini dilakukan dengan sistem multiyears. Untuk Jerukwudel-Baran-Duwet jangka waktu pengerjaan selama 30 bulan dengan nilai pembiayaan Rp282,4 miliar dan ruas Planjan-Legundi selama 18 bulan dengan anggaran Rp96,091 miliar. “Jadi total untuk pembiayaan dua ruas ini mencapai Rp378,49 miliar. Ditargetkan pembangunan selesai di 2021,” katanya.
Dikatakan Eddy, meski sudah ada rencananya penambahan ruas jalan yang dibangun sepanjang 15,3 kilometer, namun pembangunan JJLS di Bumi Handayani belum selesai. Pasalnya, masih ada ruas sepanjang 33,14 kilometer yang masih dalam persiapan tender. “Ada tiga ruas yang masih dalam proses persiapan yakni Kretek-Girijati sepanjang lima kilometer, Tepus-Jerukwudel sepanjang 17,9 kilometer, dan Planjan-Tepus sepanjang 10,24 kilomter,” katanya.
Kepala Desa Girisekar, Sutarpan, mengatakan warga di daerahnya sudah menanti kelanjutan pembangun JJLS. Pasalnya, rumor pembangunan sudah berlansung lama, namun hingga sekarang belum ada realisasinya. “Dulu sempat dibangun, tapi berhenti. Ruas yang belum dibangun dari Girisekar hingga Legundi di Desa Girimulyo,” katanya.
Menurut dia, setelah pembebasan lahan beres, warga terdampak sudah pindah dari lokasi yang akan digunakan untuk JJLS. “Desainnya sudah ada dan nanti jalur baru ini akan lewat di belakang Balai Desa Girisekar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran Gunungkidul mencapai 154 kasus hingga September 2026 dengan kerugian Rp2,96 miliar dan dua warga meninggal dunia.
Sebanyak 114 sekolah di Bantul masuk program revitalisasi 2026. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pertengahan Desember.
TNGM mencatat 36 pendaki ilegal Merapi lahir 2006–2008. Sebanyak 13 orang lahir 2008, sementara jalur masih ditutup.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Malaysia mengerahkan 1 pesawat, 3 helikopter, dan 52 anggota pemadam kebakaran untuk membantu Indonesia menangani karhutla di Kalimantan.
Peta peluang emas Indonesia di Asian Games 2026 tersebar dari panjat tebing, angkat besi, bulu tangkis hingga sejumlah cabang lain.