Terminal Kargo di Bandara Baru Masih Sepi

Kondisi terminal kargo di Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Kecamatan Temon, Kulonprogo, Selasa (9/7/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
11 Juli 2019 17:22 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Meski sudah dibuka dua bulan lalu atau Mei 2019, aktivitas di terminal kargo Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) masih sepi. Belum ada maskapai penerbangan yang berminat memanfaatkan fasilitas tersebut.

Airport Operation and Services Senior Manager PT Angkasa Pura I, Nyoman Noer Rohim, mengatakan belum adanya maskapai penerbangan yang memanfaatkan fasilitas ini karena YIA belum beroperasi penuh. Di samping itu YIA juga baru mengakomodasi penerbangan khusus penumpang.

Sementara aktivitas pengiriman barang lewat jalur udara dari dan menuju DIY hingga saat ini masih terpusat di Bandara Adisutjipto Sleman. "Jika penerbangan di Adisutjipto sudah pindah semua ke sini [YIA] tentu fasilitas kargo di sini akan ramai," ujarnya, Rabu (10/7/2019).

Kendati belum ada maskapai yang memanfaatkan terminal turun angkut barang itu, Noer pastikan fasilitas yang ada sudah siap digunakan. Di antaranya mesin timbang, ruang penyimpanan barang, hingga yang berbeda dibandingkan terminal kargo di Adisutjipto, yakni keberadan ruang penampungan jenazah.

"Memang fasilitas di sini lebih komplet, salah satunya dengan adanya ruang penyimpanan jenazah, untuk antisipasi barang berbahaya atau terlarang, kami ada X-ray, alat deteksi barang berbahaya, hingga eksplosif detektor," ujarnya.

Terminal ini juga diklaim lebih luas dibandingkan yang ada di Adisutjipto maupun Bandara Ngurah Rai, Bali. Noer memaparkan luas bangunan terminal kargo YIA mencapai 6.000 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan 500 ton per hari. Adapun rincian kapasitas terbatas yakni 300 ton untuk domestik dan 200 ton internasional.

"Untuk pembangunan fisiknya sudah 99 persen, tinggal menyelesaikan yang bagian domestik, tapi kami pastikan sudah siap beroperasi," ujarnya.

Terkait dengan rencana pengoperasian penuh YIA, PT AP 1 menargetkan sebanyak 65 penerbang domestik di Bandara Adisutjipto, Sleman akan mulai dipindahkan ke Kulonprogo pada Oktober mendatang.

"Nanti tanggal 17 Juli kami akan adakan rapat dengan sejumlah maskapai terkait pemindahan ini, penerbangan mana saja yang akan pindah, menunggu hasil pertemuan itu," kata Pelaksana Tugas General Manager YIA, Agus Pandu Purnama

Dia menjelaskan progres pembangunan YIA sudah mencapai 65% . Saat ini Angkasa Pura (AP 1) fokus membangun terminal yang sekarang baru 12.960 meter persegi, akan dikembangkan menjadi total luas 219.000 meter persegi.