Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Pengendara sepeda motor melintas di samping area sabuk hijau Yogyakarta International Airport yang ditanami cemara udang, Jumat (21/6/2019)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Angkasa Pura I mengingatkan Pemkab Kulonprogo agar segera merampungkan pembuatan sabuk hijau di Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA).
“Kami hanya pasif, di sini Angkasa Pura I hanya mengingatkan. YIA pengoperasian penuh sebentar lagi, maka sabuk hijau juga harus segera dibuat,” ujar Manajer Proyek Pembangunan Bandara YIA, Taochid Purnomo Hadi, Kamis (11/7).
Sabuk hijau dibuat untuk mencegah terjadinya abrasi dan potensi tsunami di Selatan Bandara YIA.
“Penanaman termasuk perawatannya itu jadi kewajiban Pemerintah Pusat, Pemprov DIY, juga Pemkab Kulonprogo. Untuk yang sudah ditanami beberapa bulan lalu, kami ]Pemkab Kulonprogo] bertanggung jawab untuk melakukan penyiraman,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo Arif Prastowo.
Pembuatan sabuk hijau di selatan YIA membuat tambak udang yang ada harus dikosongkan. Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan pembuatan sabuk hijau di YIA. Pemkab akan menyiapkan lahan yang dipakai petambak udang.
Sebelumnya, sekitar 2.000 pohon sudah ditanam untuk sabuk hijau di selatan YIA pada Mei lalu. Lahan yang digunakan dalam penanaman itu bukan menggunakan lahan yang dipakai petambak, melainkan ditanam di area yang sudah kosong.
“Selanjutnya kami gunakan lahan yang sudah siap. Sasaran pertama yaitu tambak yang sudah kosong tidak ada udangnya,” ujar dia.
Surat edaran untuk mengosongkan tambak udang sudah diberikan pada petambak sejak 8 Juli lalu. Ketua Paguyuban Petambak Udang Glagah, Palihan, Jangkaran (Galitanjang), Agung Supriyanto mengatakan, meski sudah mendapatkan surat edaran dari Pemkab Kulonprogo, banyak lahan yang masih digunakan untuk menambak.
“Ada sekitar 100 petak lahan yang masih ditambak. Kondisinya bervariasi, ada yang baru tebar, ada yang mau panen,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.