Sabuk Hijau Bandara Kulonprogo Harus Segera Diselesaikan

Pengendara sepeda motor melintas di samping area sabuk hijau Yogyakarta International Airport yang ditanami cemara udang, Jumat (21/6/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
11 Juli 2019 22:47 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Angkasa Pura I mengingatkan Pemkab Kulonprogo agar segera merampungkan  pembuatan sabuk hijau di Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA).

“Kami hanya pasif, di sini Angkasa Pura I hanya mengingatkan. YIA pengoperasian penuh sebentar lagi, maka sabuk hijau juga harus segera dibuat,” ujar Manajer Proyek Pembangunan Bandara YIA, Taochid Purnomo Hadi, Kamis (11/7).

Sabuk hijau dibuat untuk mencegah terjadinya abrasi dan potensi tsunami di Selatan Bandara YIA.

“Penanaman termasuk perawatannya itu jadi kewajiban Pemerintah Pusat, Pemprov DIY, juga Pemkab Kulonprogo. Untuk yang sudah ditanami beberapa bulan lalu, kami ]Pemkab Kulonprogo] bertanggung jawab untuk melakukan penyiraman,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo Arif Prastowo.

Pembuatan sabuk hijau di selatan YIA membuat tambak udang yang ada harus dikosongkan. Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan pembuatan sabuk hijau di YIA. Pemkab akan menyiapkan lahan yang dipakai petambak udang.

Sebelumnya, sekitar 2.000 pohon sudah ditanam untuk sabuk hijau di selatan YIA pada Mei lalu. Lahan yang digunakan dalam penanaman itu bukan menggunakan lahan yang dipakai petambak, melainkan ditanam di area yang sudah kosong.

“Selanjutnya kami gunakan lahan yang sudah siap. Sasaran pertama yaitu tambak yang sudah kosong tidak ada udangnya,” ujar dia.

Surat edaran untuk mengosongkan tambak udang sudah diberikan pada petambak sejak 8 Juli lalu. Ketua Paguyuban Petambak Udang Glagah, Palihan, Jangkaran (Galitanjang), Agung Supriyanto mengatakan, meski sudah mendapatkan surat edaran dari Pemkab Kulonprogo, banyak lahan yang masih digunakan untuk menambak.

“Ada sekitar 100 petak lahan yang masih ditambak. Kondisinya bervariasi, ada yang baru tebar, ada yang mau panen,” ujarnya.