Media-Media Negara Pasifik Selatan dan Afrika Pelajari Kesuksesan Pemilu 2019

Forum Diplomatik The Success of Indonesia in Organizing Peaceful & Democratic Simultaneous Elections yang digelar di Hotel Marriott Jogja, Kamis (11/7/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
12 Juli 2019 12:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Keberhasilan pelaksanaan Pemilu 2019 yang dikenal rumit mendapatkan perhatian dari negara-negara Pasifik Selatan dan Afrika. Mereka pun diundang oleh pemerintah Indonesia untuk mendapatkan penjelasan terkait pesta demokrasi di Indonesia.

Direktur Informasi dan Komunikasi Kemenko Polhukam, Bambang Gunawan mengatakan selama ini media dari luar negeri mendapatkan informasi yang langsung atau melalui pihak ketiga. Mereka juga bisa memiliki persepsi yang kurang tepat, sehingga diajak langsung berkomunikasi melalui Forum Diplomatik “The Success of Indonesia in Organizing Peaceful & Democratic Simultaneous Elections” yang digelar di Jogja, Kamis (11/7/2019).

Dalam diplomatik forum ini, pihaknya menghadirkan narasumber dari akademisi, Kementerian Luar Negeri dan KPU RI. "Kami mengundang wartawan dari 14 negara di Pasifik Selatan dan Afrika berkunjung ke Indonesia. Ada 10 negara dari Pasifik Selatan dan empat dari Afrika seperti Fiji dan lainnya," katanya di sela-sela kegiatan di Hotel Marriot Jogja.

Selain memehami secara langsung proses pelaksanaan Pemilu yang dianggap sebagai Pemilu terumit di dunia dengan sistem multi partai, para peserta juga diajak mengenal budaya dan pariwisata Indonesia. Forum tersebut dinilai penting agar media-media Pasifik Selatan dan Afrika bisa menggambarkan secara langsung kondisi Indonesia.

"Apalagi Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dunia setelah India dan Amerika Serikat. Mereka bisa menyampaikan kondisi demokrasi di Indonesia," katanya.

Bambang mengatakan, selain di Jogja peserta lebih dulu diajak ke sejumlah lokasi di Jakarta. Mereka menyaksikan sejumlah pembangunan dan menjajal fasilitas MRT di Jakarta. Setelah di Jogja, peserta akan diajak ke Papua untuk melihat kondisi pembangunan di Papua saat ini.

"Ini kami lakukan agar mereka bisa terima langsung informasi tentang Papua. Mereka bisa melihat langsung pembangunan di Papua seperti apa," kata Bambang.

Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan mengakui para wartawan dari Pasifik Selatan dan Afrika ini bisa belajar tentang Pemilu 2019 di Indonesia. Meski dinilai sukses, damai dan demokratis, namun pelaksanaan Pemilu 2019 dikenal paling rumit di dunia. "Mereka heran dengan jumlah pemilih hampir 193 juta, 810.000 TPS, dilaksanakan serentak dan selesai dalam satu hari," katanya.

Padahal, katanya, dibandingkan negara dengan jumlah penduduk yang besar pelaksanaan Pemilu nya bisa lebih dari sehari. "Bisa seminggu bahkan di India bisa satu bulan. Ini di Indonesia yang kami anggap pemilu paling rumit di dunia. Meski begitu kami berharap ada evaluasi terkait pelaksanaan Pemilu yang menyebabkan banyak anggota KPPS yang gugur," kata Wahyu.

Menurut Wahyu, harus ada kajian pelaksanaan serentak secara nasional. KPU mengusulkan pelaksanaan Pemilu serentak nasional dan lokal. Serentak nasional Pilpres, DPR RI dan DPD RI sementara pemilu serentak lokal meliputi DPRD kabupaten, provinsi, Pilkada Kabupaten dan Provinsi.

"Kalau tidak ada perubahan, maka volume beban pekerjaan petugas KPPS. Semua sudah sepakat untuk ada perubahan Pemilu serentak, tinggal perubahan undang-undangnya," kata Wahyu.