Lima Industri Kerajinan Jogja Diganjar Dekoya Award, Siapa Saja?

Salah satu peragawati membawakan memeragakan busana di sela-sela acara Dekoya Award 2019, Jumat (12/7/2019). - Istimewa
14 Juli 2019 19:47 WIB MediaDigital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jogja menyerahkan Dekoya Award 2019. Penyerahan ajang bergengsi bagi pelaku industri kerajinan tersebut dilaksanakan di Monumen SO 1 Maret, Jumat (12/7/2019) malam.

Penghargaan Dekoya Award meliputi lima kategori, yakni Originalitas Produk; Inovasi dan Kreativitas Produk; Manajemen dan Pembukuan; Strategi Pemasaran/Marketing; serta Dampak Sosial dan Dampak Lingkungan. Ketua Dekranasda Kota Jogja, Tri Kirana Muslidatun mengatakan kelima kategori tersebut diikuti total lebih dari 50 anggota Dekranasda.

"Penentuan penerima award itu dilakukan melalui beberapa tahap penilaian. Tim Juri yang kompeten juga sudah menyurvei ke lapangan. Ini untuk memastikan kondisi usaha yang dijalankan," kata di sela-sela kegiatan.

Selain kelima kategori tersebut, tahun ini Dekranasda juga memberikan penghargaan untuk dua kategori berbeda, yakni Bhagaskara yakni penghargaan bagi pendatang baru yang memiliki potensi dan Life Achievement yaitu kategori yang diberikan kepada anggota Dekranasda yang berdedikasi dalam pelestarian budaya dan menjaga keselamatan lingkungan serta selalu berupaya mengembangkan ilmunya kepada masyarakat.

Adapun penerima award tahun ini, untuk kategori Originalitas Produk, nilai tertinggi diberikan kepada produk Njawani; Inovasi dan Kreativitas Produk diberikan kepada Lemospires; Manajemen dan Pembukuan kepada Batik Namburan; Strategi Pemasaran dan Marketing kepada Kalu; serta Dampak Sosial dan Dampak Lingkungan kepada Eco J.

Adapun penerima Bhagaskara Award diraih oleh Wastraloka dan Life Achiefment Award diberikan kepada Pakar Batik dan Pemerhati Batik Warna Alam Hendri Suprapto. "Kami berharap para penerima penghargaan ini bisa jadi contoh, teladan bagi para anggota Dekranasda. Penghargaan ini bukan sebagai puncak prestasi tapi sebagai langkah awal untuk menjadi naik kelas, untuk meraih prestasi-prestasi lainnya," kata Ana.

Selain pemberian Dekoya Award 2019, kegiatan tersebut juga diisi dengan peragaan busana. Peragaan busana ini tidak hanya ditampilkan oleh para peragawan dan peragawati profesional, tetapi juga diikuti oleh para istri pejabat di lingkungan Pemkot Jogja. Mereka mengenakan busana karya desainer ternama seperti Vitalia Pamungkas, Esti Masita dan Sugeng Waskito.

Menurut Ana, dalam berbagai program dan kegiatan Dekranasda selalu mewadahi dan mengembangkan pelaku kerajinan agar produk dan karya yang dihasilkan selalu berkembang dan berdaya saing. Terbukti, lanjut Ana, kreativitas para pelaku usaha kerajinan di Jogja mampu mewarnai dan mendukung posisi Kota Jogja sebagai kota wisata dan kota kreatif.