Ratusan Anak Belajar Sejarah DIY Langsung dari Kraton

Anak-anak anggota FAD dan perwakilan DP3AP2 DIY tengah mendapatkan penjelasan mengenai sejarah DIY, Sabtu (13/7/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
14 Juli 2019 15:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan anak dari seluruh kabupaten/kota di DY yang tergabung dalam Forum Anak Daerah (FAD) DIY mengunjungi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sabtu (13/7/2019). Kunjungan bertajuk Visitasi Kraton bersama Forum Anak Daerah (FAD) DIY itu merupakan inisiasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindugan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY.

Kabid Perlindugan Perempuan dan Anak DP3AP2, Wredi Wyandani mengatakan kegiatan visitasi itu digelar dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada Selasa (23/7/2019) mendatang.

Selain itu, visitasi tersebut juga merupakan tindak lanjut atas komunikasi DP2AP2 DIY dengan Penghageng Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat KPH Yudho Hadiningrat beberapa waktu lalu. "Maka sekarang di Kraton kami bisa bertemu lagi dengan Romo Yudho sambil belajar sejarah," ujarnya.

Selama visitasi, ratusan anggota FAD DIY diberi pembelajaran langsung oleh Romo Yudho berkaitan dengan sejarah Jogja sekaligus peran dan sumbangsihnya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Anak-anak juga mendapatkan penjelasan mengenai sejarah raja-raja Mataram dan sejarah terbentuknya Kerajaan Mataram, sehingga kami harap mereka bisa lebih paham soal sejarah dan budaya Jogja, budaya yang memiliki filosofi tinggi yang menjadi identitas dan harus diuri-uri," kata Wredi.

Selain belajar sejarah, FAD DIY juga diajak berkeliling Kraton, melihat sejumlah tempat bersejarah seperti Siti Inggil, Bale Manis, dan Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Tak hanya mendatangi, mereka juga diberi penjelasan mengenai detail dan fungsi tempat-tempat tersebut.

Di Museum Sri Sultan HB IX, misalnya, kata Wredi, anak-anak mendapatkan pelajar tentang masa muda Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang sempat dikirim ke Belanda. "Waktu itu masa penjajahan, dari situ mereka belajar harus memahami siapa yang jadi musuh sebenarnya, sehingga bisa mengambil tindakan yang tepat," kata dia.

Penyalur Aspirasi

Wredi menjelaskan FAD merupakan perkumpulan anak-anak tingkat daerah yang anggotanya berkisar SMP dan SMA. FAD sudah terbentuk sejak 2009 lalu, dan memiliki keanggotaan mulai dari kabupaten/kota sampai provinsi.

FAD diharapkan bisa menjadi penyalur aspirasi anak-anak, sehingga mereka bertugas mewakili anak-anak di musyawarah pembangunan dari tingkat desa sampai provinisi.

Dalam menyambut Hari Anak Nasional, DP3AP2 menggelar serangkaian kegiatan. Selain Visitasi Kraton, DP3AP2 juga menggelar Nonton Film Bareng di Ghratama Pustaka pada 6 Juli lalu. Rencananya pada 26 Juli mendatang, DP3AP2 juga bakal mengajak anak-anak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. “Puncaknya adalah kami mengajak 1.000 anak berwisata ke Jogja Bay pada 8 Agustus,” ucap Wredi.