Puluhan Siswa Berkebutuhan Khusus Diajak ke Taman Pintar

Sebanyak 40 siswa SLB Suharjo Putra Ngoro Oro, Patuk, Gunungkidul dan pendamping mengunjungi wahana Taman Pintar Jogja, Sabtu (13/7/2019). - Ist/Alfamidi.
14 Juli 2019 11:27 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 40 murid Sekolah Luar Biasa (SLB) Suharjo Putra Ngoro Oro, Patuk, Gunungkidul dan pendamping merasakan liburan di Taman Pintar Jogja, Sabtu (13/7/2019). Selain berkunjung ke wanaha permainan anak tersebut, para siswa SLB juga mengikuti kegiatan menarik.

Branch Manager Alfamidi Jogja Widodo mengatakan kegiatan sosial tersebut untuk mengisi liburan para siswa SLB, terutama siswa difabel. Kegiatan sosial tersebut berkat kerjasama Alfamidi bersama Frisian Flag. "Ini kegiatan perdana. Kami ingin berbagi dengan para siswa berkebutuhan khusus. Memberi mereka untuk belajar hal baru, membuka wawasan yang kelak diharapkan bisa berguna," katanya di sela-sela kegiatan.

Widodo menjelaskan kegiatan yang sama juga dilakukan di 11 cabang Alfamidi di seluruh Indonesia. Selama ini, katanya, manajemen aktif melakukan kegiatan sosial lain seperti memberikan paket sembako bagi anak yatim dan masyarakat tidak mampu. Bahkan, dalam waktu dekat Alfamidi akan membagikan sepatu dan peralatan sekolah bagi anak jalanan. Kegiatan ini bertujuan agar anak jalanan tidak putus sekolah meski dalam kondisi minim.

"Kami juga akan memberi donasi buku bagi taman baca hingga merenovasi gedung sekolah yang dianggap tidak layak. Semua kegiatan ini sebagai bentuk berbagi sekaligus menggugah rasa kepedulian terhadap masyarakat sekitarnya," katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Pintar Jogja Afia Rosdiana menjelaskan, Taman Pintar terus menyediakan berbagai fasilitas dan program untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak. Termasuk kalangan penyandang disabilitas. Beberapa fasilitas yang tersedia di antaranya pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), penyediaan Wahana Jejak Nutrisi, dan Wahana Zona Kebaikan Air.

Fasilitas yang terbaru, katanya, adalah Zona Pengolahan Sampah dan Integrated Eco Management. Di Zona Pengelolaan Sampah terdapat empat lokasi dengan edukasi cara mengolah sampah organik yang berlainan yaitu dengan biopori, komposter komunal, cacing dan lalat tentara hitam (Black Soldier Fly). "Ini dilakukan untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas, terutama kemajuan sains dan teknologi," katanya.