Angka Pernikahan di Jogja Menurun, Usia Menikah Kini 22-28 Tahun
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
-
Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan anak di Kota Jogja adalah siswa disabilitas. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, mereka tersebar di jenjang Taman Kanak-Kanak, SD dan SMP.
Disdikpora Kota Jogja berupaya menghadirkan pendidikan inklusif di setiap jenjang pendidikan untuk memfasilitasi siswa disabilitas tersebut.
Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Santosa Asrori menyampaikan jumlah anak disabilitas jenjang TK, SD dan SMP mencapai 1.200 orang. Dari jumlah tersebut, 70% di antaranya merupakan anak dengan slow learner.
Budi menilai keberadaan ribuan anak disabilitas tersebut memerlukan pendampingan khusus dalam pembelajaran.
“Kami menyiapkan pembelajaran yang lebih adaptif bagi anak berkebutuhan khusus, yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak,” ujarnya, Senin (9/6/2025).
Dia menuturkan Kota Jogja memiliki 130 orang guru pendamping khusus yang tersebar di berbagai sekolah pada setiap jenjang pendidikan.
Selain itu menurutnya, guru-guru di setiap jenjang pendidikan juga diberikan diklat agar mampu mendampingi pembelajaran anak disabilitas.
BACA JUGA: 1.600 Ekor Hewan Kurban di DIY Terindikasi Terkena Cacing Hati
“Kami berikan diklat untuk guru biasa [bukan guru pendamping khusus] agar semua guru mampu menangani anak berkebutuhan khusus,” katanya.
Dia menuturkan selama ini anak disabilitas telah ada di berbagai jenjang disabilitas, namun lantaran kurangnya kesadaran dari orang tua atau pihak sekolah untuk mengetahui kebutuhan anak sehingga sering kali kebutuhan tersebut tidak terakomodasi. Karena itu, Budi mendorong agar orang tua maupun pihak sekolah dapat melakukan asesmen terhadap anak yang diduga memiliki kebutuhan khusus. Dengan begitu, pembelajaran yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT ULD Dian Yunila Handayani menuturkan tahun ini ada 18 orang anak di Kota Jogja yang diterima di SD melalui sistem penerimaan murid baru (SPMB) jalur afirmasi disabilitas pada 2025. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pada 2024, jalur afirmasi disabilitas tingkat SD menerima delapan orang murid. Kemudian tahun 2203, ada enam orang murid yang diterima.
Sementara untuk jenjang TK, tahun ini ada tiga orang murid yang diterima. Jumlah tersebut juga meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya ada satu orang murid yang diterima.
“Kami berharap dapat meningkatkan pelayanan ke masyarakat khususnya melayani dan memberikan akses terbaik untuk anak penyandang disabilitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
MK dijadwalkan membacakan putusan perkara PHPU yang mempersoalkan keabsahan syarat pendidikan Gibran pada Selasa malam
Pemkab Kulonprogo menyalurkan 42 unit alsintan kepada kelompok tani dan gapoktan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan hasil pertanian.
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan hari ini. Apindo dan KSPI masih menyoroti upah, PHK, pesangon, outsourcing hingga pekerja kontrak.
Nobar Timnas Indonesia di Alun-alun Wates berlangsung meriah. Bupati dan Wabup Kulonprogo ikut merayakan kemenangan bersama ratusan warga.
Pegadaian meraih penghargaan Bronze Winner IPMA Global Project Excellence Award 2026 di Hiroshima, Jepang, dan mengharumkan nama Indonesia