Leghezo, Kenalkan Anak dengan Pencegahan Penyakit

Anggota tim PKM UAD, pembuat permainan Leghezo, saat berkunjung ke Griya Harian Jogja, Senin (15/7/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni.
18 Juli 2019 09:47 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Tim PKM Kewirausahaan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan permainan Leghezo, sebuah permainan yang mengedukasi pencegahan penyakit, bagi anak usia lima hingga 13 tahun.

Seorang anggota tim, Muamar Afdhal Mahendra dari Prodi Kesehatan Masyarakat menjelaskan, pesan-pesan pencegahan penyakit yang ada dalam permainan erat kaitannya dengan kebiasaan anak sehari-hari. Misalnya, penyakit akibat tidak mencuci tangan sebelum makan, konsumsi jajan sembarangan dan lainnya.

"Lewat permainan ini, anak-anak jadi tahu, apa dampak dan bahaya dari yang mereka lakukan, misalnya kalau tidak cuci makan sebelum makan nanti begini," ujarnya, Senin (15/7/2019).

Ia menjelaskan, di dalam permainan yang menggunakan kartu itu, ada nama penyakit, baik menular dan tidak menular. Selanjutnya, dijelaskan pula apa yang harus dilakukan anak ketika mereka sakit, termasuk apa yang dilakukan untuk mencegahnya. Sumber materi yang ada dalam permainan, didapat dari buku yang sudah dipelajari oleh tim yang mayoritas beranggotakan prodi Kesehatan Masyarakat.

Keunggulan permainan ini, mampu memberikan pengetahuan baru bagi anak-anak. Telebih saat ini ada begitu banyak penyakit yang bisa menyerang anak, mulai dari diare, stunting, hingga dampak buruk sering bermain gawai. Tak hanya itu, kartu permainan Leghezo juga berisikan pesan-pesan agar anak mau melakukan perbuatan baik, secara sosial.

Orang tua disarankan bisa ikut memantau anak saat memainkan Leghezo. Bahkan dalam permainan, disertakan pula berikan kartu pantauan orang tua. Jadi, setelah anak-anak main dan mereka masih tidak memahami apa yang dimaksud dalam kartu penyakit dan pencegahan, maka orang tua bisa menjelaskan. Permainan yang dijual dengan harga terjangkau ini direkomendasikan pula untuk sekolah, karena membantu dalam pendidikan kesehatan.

"Kami ingin mengembangkan permainan ini dalam beberapa seri. Memisahkan permainan yang isinya membahas penyakit menular, penyakit tidak menular dan beragam kebiasaan baik yang masuk dalam program Gerakan Masyarakat Sehat," ujarnya.  

Anggota tim lainnya Yusuf Mahdiansyah Ma'ruf dari Teknik Informatika menambahkan, selain mereka berdua, tim yang berkarya dalam bimbingan dosen Widodo Haryono itu, juga beranggotakan Himatul Husna (Kesehatan Masyarakat), Elisda Septiyani (Kesehatan Masyarakat), Jihan Rizka Syafiya Lamoma (Kesehatan Masyarakat).

"Board game [permainan menggunakan papan] memang sudah banyak, seperti ular tangga, monopoli dan jenis permainan lainnya. Tetapi permainan kami, menekankan komunikasi antar permainan dan edukasi tentang kesehatan," katanya.