Kali Oya di Semin Mengering Akibat Kemarau Panjang, Warga Hanya Temukan Hamparan Pasir
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Sejumlah siswa SD Winongo, Kasihan, Bantul, mengikuti upacara bendera di hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2019)/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mendata ada sembilan sekolah yang tak mendapatkan siswa baru dalam PPDB 2019-2020. Pihak sekolah pun masih diperbolehkan menerima peserta didik baru meski kegiatan belajar mengajar sudah dimulai.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan hingga tahun ajaran baru dimulai masih ada sekolah yang kekurangan siswa, baik di tingkat SD dan SMP. Tak hanya itu, di tahun ajaran baru ini ada sembilan sekolah yang tidak mendapatkan siswa baru.
Menurut dia, sembilan sekolah ini terdiri dari lima SMP dan empat SD. Untuk tingkat SMP terdiri dari lima sekolah swasta, sedang untuk SD terdiri dari tiga sekolah negeri dan satu sekolah swasta. “Hingga saat ini [kemarin], sekolah-sekolah itu belum menerima siswa baru,” katanya kepada wartawan, Kamis (18/7/2019).
Bahron menjelaskan seluruh sekolah yang belum mendapatkan siswa baru atau kekurangan murid diberikan kelonggaran. Meski tahun ajaran baru sudah dimulai, sekolah masih diperbolehkan menerima siswa. “Pendaftaran dilakukan secara offline dengan mendatangi sekolah yang ingin dituju,” katanya.
Disinggung mengenai kegiatan belajar di sekolah yang belum mendapatkan murid, Bahron mengaku tidak ada masalah karena proses belajar terus berlanjut. Menurut dia untuk guru yang terkena dampak karena jam belajar berkurang bisa disiasati dengan memperbantukannya ke sekolah lain yang masih kekurangan tenaga pendidik. “Jadi tidak kami biarkan menganggur karena bisa diperbantukan ke sekolah lain,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bidang TK dan SD Disdikpora Gunungkidul, Sumarto. Menurut dia kegiatan belajar terus berjalan karena ada kelas di atasnya yang masih memiliki murid untuk diajar. “Tidak dapat murid bukan berarti masa belajar mengajar berhenti,” katanya.
Sumarto menuturkan evaluasi dilakukan terkait dengan sekolah-sekolah yang kekurangan murid. Namun ia juga menjamin bahwa layanan pendidikan terus diberikan hingga warga di sekitar sekolah tidak membutuhkan layanan. “Ya kalau sudah tidak ada muridnya pasti akan dievaluasi, apakah ditutup atau digabung dengan sekolah lain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Presiden Prabowo dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Senin (31/8/2026), sekaligus menerima KTA NU.
Kasus pneumonia di Pontianak meningkat 10-20 persen seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.