Bantul Kucurkan Rp1,7 Miliar untuk Ubah PSG Menjadi seperti Pasar di Bali

Pasar Seni Gabusan - Harian Jogja/Dok
25 Juli 2019 22:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menganggarkan Rp1,7 miliar melalui APBD Perubahan 2019 untuk merevitalisasi Pasar Seni Gabusan (PSG). Pasar tersebut akan disulap menjadi seperti Pasar Seni Sukowati Bali dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan Bantul Zona Paramitha mengatakan anggaran Rp1,7 miliar akan banyak terserap untuk desain dan konsep. Sementara bangunan fisik yang ada di PSG tidak akan banyak direhab.

Menurut dia, yang dibutuhkan PSG adalah konsep baru tanpa menghilangkan fungsi pasar tersebut sebagai pasar seni. Sesuai keinginan Bupati Bantul Suharsono yang disampaikan dalam beberapa kesempatan, PSG harus bisa menggaet wisatawan yang berkunjung ke Parangtritis.

“Saat ini traffick wasata ke Parangtritis cukup tinggi, sementara PSG [yang berada di Jalan Parangtritis] tidak optimal, tidak terkena dampak keramaian wisata,” kata Zona, Kamis (25/7/2019).

Guna menarik wisatawan, PSG perlu didesain agar bisa menjawab kebutuhan wisatawan. Konsep yang akan diterapkan adalah rest area yang dilengkapi dengan pusat oleh-oleh, dan tempat promosi semua produk hasil kerajinan warga Bantul. Ada lima zona dalam PSG, tetapi aksesnya tetap melalui satu pintu masuk atau one stop shopping.

Zona pertama adalah zona masuk yang hanya dilengkapi fasilitas kamar mandi dan toilet berkelas, “Jadi setelah penumpang turun dari kendaraan yang dicari biasanya toilet,” ujar dia.

Kemudian selanjutnya adalah zona seni, lalu zona atraksi yang akan disisi oleh para perajin seperti perajin batik, patung, hingga wayang. “Jadi wisatawan bisa menyaksikan langsung proses produksinya sambil foto-foto,” ucap Zona.

Keempat adalah zona galeri, dan zona kelima adalah zona permainan anak-anak. Di arena permainan anak, sudah ada tiga vendor yang akan mengisi zona tersebut, salah satunya adalah Kids Fun. “Kami konsep PSG agar bisa menjadi pasar seperti Pasar Seni Sukawati Bali,” kata Zona.

Bupati Bantul Suharsono dalam beberapa kesempatan kerap menyampaikan keinginannya mengubah konsep PSG. Ia membayangkan PSG menjadi pusat peristirahatan para pelancong dari Parangtritis sekaligus menjadi tempat belanja oleh-oleh sebelum pulang. Dia sudah meminta dinas terkait untuk segera merealisasikannya tahun ini.

Anggota Komisi D DPRD Bantul Sigit Nursyam Priyanto sepakat dengan konsep pasar yang akan diterapkan di PSG. Ia berharap PSG juga menjadi tempat kumpul dan berkembangnya para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), “Saya usulkan agar PSG menjadi tempat semacam lembaga inkubasi UMKM,” kata Sigit.