Advertisement
Warga Pesisir Selatan DIY Diminta Tidak Panik Menanggapi Potensi Tsunami
Ilustrasi suasana pascatsunami di kawasan Banten, Minggu (23/12). Peristiwa tsunami yang terjadi Sabtu (22/12/2018) pada pukul 21.27 WIB itu mengakibatkan sejumlah kerusakan dan korban jiwa. - ANTARA FOTO/Dian Triyuli Handoko
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul meminta masyarakat yang tinggal di pesisir pantai selatan Bantul tidak perlu panik dan khawatir berlebihan menanggapi informasi hasil kajian Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) terkait gempa dan tsunami di laut selatan Jawa.
Sebelumnya pakar tsunami dari BPPT, Widjo Kongko sepanjang pantai selatan Pulau Jawa dari Cilacap hingga Jawa Timur berpotensi diguncang gempa bumi bermagnitudo 8,5 hingga 8,8. Gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami setinggi 20 meter di sepanjang pantai selatan Jawa dari Cilacap hingga Jawa Timur.
Advertisement
Bahkan di Tulungagung, Jawa Timur sempat beredar hoaks tsunami dan memicu kepanikan warga pesisir Pantai Sine pada Jumat (12/7/2019) malam. Hoaks tentang tsunami juga sempat mengiringi kedatangan tim Ekspedisi Destana (Desa Tangguh Bencana Tsunami) yang digelar BNPB di sepanjang pesisir selatan Jawa, mulai pesisir Banyuwangi di Jatim hingga pesisir Pandeglang di Banten.
Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto menyatakan informasi yang disampaikan Widjo Kongko secara ilmiah memang benar. Namun ketepatan waktunya tidak bisa diprediksi. Karena itu masyarakat diminta untuk tidak panik. Menurut dia, informasi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan.
BACA JUGA
“Peringatan yang disampaikan oleh para ahli gempa dan tsunami menjadi perhatian untuk selalu waspada dan siaga menghadapi segala macam potensi bencana termasuk tsunami. Tak boleh lalai. Masyarakat harus semakin siaga,” kata Dwi, di sela-sela upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bantul ke-188 di Lapangan Trirenggo, Bantul, Sabtu (20/7/2019).
Dwi menyatakan BPBD Bantul akan meningkatkan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat pesisir selatan dalam penyelamatan menghadapi bencana gempa dan tsunami. Dalam waktu dekat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan sejumlah pihak akan melakukan ekspedisi Desa Tanguh Bencana Tsunami di pantai selatan dari Banyuwangi hingga Banten. Bantul menjadi salah satu yang perlu diperkuat.
Rencananya pelatihan dari BNPB, kata Dwi, akan digelar seharian yang dipusatkan di Poncosari Srandakan, Bantul, pada 27 Juli mendatang. ia berharap pelatihan tersebut semakin meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. “Tidak perlu ketakutan, sepanjang masyarakat siap, tidak akan menjadi masalah,” ujar Dwi.
Lebih lanjut Dwi Daryanto juga memastikan semua alat peringatan atau erarly warning system (EWS) untuk menginformasikan jika terjadi tsunami juga sudah terpasang sebanyak 37 di sepanjang pantai selatan Bantul. Bahkan EWS juga tersambung ke puluhan masjid di pemukiman warga. Selain itu rencananya radar tsunami juga akan dipasang di Parangtritis.
Pemasangan radar tsunami tersebut merupakan kerjasama pemerintah Jepang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Universitas Gadjah mada (UGM). Radar tsunami itu akan memantau pergerakan air laut. Ketika ada ada pergerakan yang berpotensi terjadinya gelombang besar maka BMKG akan menyampaikan informasi tersebut melalui BPBD, kemudian dilanjutkan melalui EWS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Arus Balik 2026, Contraflow Diberlakukan di Tol Japek Arah Jakarta
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- 2 Insiden Laut Terjadi Pantai Parangtritis, Pengunjung Diminta Waspada
- Polres Bantul Imbau Pengunjung Parangtritis Waspada
- Perahu Nelayan Rusak Diterjang Gelombang Pasang di Pantai Depok
- Arus Balik, Kendaraan lewat Tol Purwomartani Tembus 1.450 Per Jam
- Arus Meningkat, GT Purwomartani Dibuka hingga Pukul 20.00 WIB
Advertisement
Advertisement







