Satgas Dorong Inovasi Pembiayaan untuk Perkuat Konservasi Taman Nasion
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Sejumlah masyarakat Pagergunung, Desa Sitimulyo, Piyungan, sedang melakukan simulasi tangga bencana bersama BPBD Bantul di pedukuhan setempat, Minggu (24/3/2019)/ /Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
Harianjogja.com, PIYUNGAN-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul akan menggencarkan simulasi tanggap bencana. Upaya ini sebagai respon karena kesadaran tanggap bencana di Bantul masih rendah, padahal masyarakatnya tinggal di kawasan rawan bencana.
"Tahun ini simulasi hanya lima kali terlalu sedikut. Muah-mudahan di anggaran perubahan bisa ditambah lagi. Atau di tahun depan, paling tidak sepuluh kali dalam setahun," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, disela-sela simulasi tanggap bencana di Pedukuhan Pagergunung, Desa Sitimulyo, Piyungan, Minggu (24/3/2019).
Dwi mengatakan Pedukuhan Pagergunung I dan II Desa Situmulyo merupakan salah satu kawasan rawan longsor karena berada di bawah perbukitan Batu Lintang. Saat hujan Minggu (17/3) lalu kawasan tersebut juga longsor namun beruntung tidak sampai mengenai rumah warga.
Selain menambah intensitas simulasi, kata Dwi, simulasi tangga bencana juga diharapkan tidak hanya sekedar seremonial. Namun dipersiapkan semaksimal mungkin sampai masyarakat benar-benar memahami potensi bencana yang terjadi dan apa yang harus dilakukan sebelum bencana, saat bencana, dan pascabencana.
Ia tidak ingin masyarakat harus menunggu komando dari pemerintah atau petugas saat terjadi bencana, karena hampir di semua wilayah terdapat potensi bencana sehingga masyarakat harus menyadarinya. Berdasarkan pengalaman yang sudah terjadi diakui Dwi masyarakat masih harus menunggu air naik baru kemudian mengevaluasi bahkan ada yang terlambat menyelamatkan diri.
"Harusnya tak perlu lagi menunggu perintah manakala hujan lebih dari dua jam berturut-turut maka warga di bantaran sungai sudah harus menentukan titik evakuasi. Informasi kenaikan debit air sungai juga diinformasikan," ujar Dwi.
Dalam kesempatan simulai, Dwi juga mengingatkan warga supaya bencana menjadi perhatian semua masyarakat. Ia meminta masyarakat sama-sama bergerak, "Jangan menunggu ada korban baru bergerak," katanya.
Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Nur Laili Maharani mengaku sudah meminta BPBD Bantul untuk memperbanyak simulasi tanggap bencana dalam beberapa kali rapat koordinasi di Komisi A. Menurut dia, penyadaran tanggap kebencanan tidak bisa hanya dilakukan satu atau dua kali, melainkan perlu berkali-kali.
Ia mencontohkan negara Jepang yang merupakan negara rawan bencana bisa cepat bangkit hingga masyarakatnya tanggap bencana, seperti membangun rumah yang tahan gempa. "Tentu tidak serta merta melainkan butuh penyadaran yang dilakukan terus menerus, salah satunya dengan mengedukasi masyarakat tentang kesiapsiagan bencana," kata Maharani.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mendorong Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) yang ada di desa-desa untuk dimaksimalkan kembali perannya, karena FPRB merupakan relawan kebencanan yang paling dekat dengan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
GIFTS 2026 UGM menghasilkan 51 dokumen kerja sama dan mempertemukan 79 startup terkurasi dengan 30 calon investor.
Bupati Gunungkidul meminta destinasi wisata yang sepi dievaluasi, mulai dari Embung Sriten hingga pantai dan gua, sesuai potensi kawasan.
PEVS 2026 berlangsung 29 Oktober–1 November di JIExpo Kemayoran dengan 38 peserta, termasuk merek mobil dan motor listrik.
Bakom RI membuka ruang kritik terhadap program MBG. Pemerintah menguji konsep prasmanan di 66 SPPG di 10 provinsi untuk memperbaiki layanan.
BPOB mendampingi pelaku usaha desa penyangga Borobudur memperkuat identitas produk, storytelling, branding, dan pemasaran digital.