Kekeringan Landa 17 Kapanewon di Gunungkidul, 14 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Foto ilustrasi. /Reuters-Srdjan Zivulovic
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Gunungkidul membekuk empat pengedar pil koplo. Hasil penyelidikan petugas, obat-obatan keras ini dipasok dari luar daerah.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Widiawati, mengatakan keempat pengedar yang ditangkap berinisial ABN, 18; BP, 17; WP, 24; dan AS, 26. Keempat pelaku ditangkap Selasa (23/7/2019). “Para pelaku masih diperiksa intensif,” kata Enny kepada wartawan, Sabtu (27/7/2019).
Dia menjelaskan, pengungkapan jual-beli obat keras ini bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan kegiatan anak-anak muda di wilayah Kecamatan Panggang. Hasil penyelidikan petugas diketahui ABN menjadi otak jual beli pil koplo di wilayah tersebut. “Setelah penyelidikan dan bukti-bukti dianggap sudah kuat, ABN pun kami tangkap. Setelah penangkapan langsung dikembangkan dan mengarah ke tiga pelaku lainnya,” katanya.
Selain menangkap empat pelaku, polisi menyita 70 butir pil koplo dan uang tunai Rp830.000 sebagai barang bukti. Atas perbuatannya ini para pelaku dijerat Undang-Undang No.36/2009 tentang Kesehatan Pasal 197 jo Pasal 106 Pasal 1 atau Pasal 196 jo Pasal 98 ayat 2 dan 3.
Enny menambahkan, hasil penyelidikan petugas diketahui barang haram ini dipasok dari luar daerah. Hal in terlihat dari pelaku yang ditangkap yang berasal dari wilayah Bantul. “Dua pelaku asal Gunungkidul dan dua lainnya dari Kabupaten Bantul,” kata mantan Kaurbinsop Satreskoba Polres Gunungkidul ini.
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Asnawi Mukti, mengaku prihatin dengan peredaran pil koplo di wilayah Gunungkidul. Dalam kurun waktu enam bulan di 2018, Kejari Gunungkidul memusnahkan barang bukti pil koplo sebanyak 1.678 butir. “Jumlah ini belum termasuk pemusnahan yang dilakukan aparat kepolisian karena jika ditotal maka jumlahnya akan lebih banyak lagi,” kata Asnawi.
Menurut dia, dari pengungkapan kasus dan fakta di persidangan diketahui pil koplo dipasok dari luar daerah. Asnawi mengimbau agar peredaran bisa ditekan karena sasaran yang dituju kepada anak-anak dan masyarakat yang berasal dari ekonomi menengah ke bawah. “Harganya sangat murah, tapi dari sisi efek samping tidak kalah dengan narkotika dengan harga mahal seperti sabu-sabu dan lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
DPR mendorong KAI mempercepat impor KRL bekas di tengah keterbatasan produksi INKA dan proyeksi penumpang Jabodetabek 480 juta pada 2031.
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.
Harga emas Pegadaian Kamis 24 September 2026: Galeri24 Rp2,545 juta, Antam Rp2,645 juta, UBS Rp2,57 juta per gram.
Sjamsul Kahar, tokoh pers Aceh dan pendiri Serambi Indonesia, meninggal dunia. Ia dikenal sebagai wartawan senior dan ayah Nezar Patria.
Kemdiktisaintek masih menghitung skema kuliah gratis hingga perguruan tinggi. Penerapan serentak atau bertahap belum final.