Kali Kedua Pemerintah Kota Kagoshima Datangi Lereng Merapi, Ini yang Mereka Sampaikan

Visual puncak Gunung Merapi dari pos Pengamatan Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Minggu (3/3) pagi. - Twitter/BPPTKG DIY
31 Juli 2019 21:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Delegasi dari Kota Kagoshima, Jepang bertukar pengalaman soal mitigasi bencana gunung berapi dengan Pemkab Sleman, Rabu (31/7/2019).

Delegasi dari Kagoshima tersebut masing-masing terdiri dari dari Kepala Seksi Manajemen Krisis Kota Kagoshima, Takashi Kofuku; Staf Seksi Manajemen Krisis Kagoshima Takahiro Kambayashi; Direktur Jenderal Organisasi Mitigasi Bencana Gunung Api Kenji Niihora; serta didampingi Direktur Pusat Riset Gunung Api Sakurajima, Prof. Masato Iguchi.

Takashi Kofuku menilai jarak Gunung Merapi dan permukiman masyarakat terbilang sangat dekat. Oleh karena itu, dia menyarankan agar kesiapsiagaan, baik oleh warga maupun pemerintah tetap harus ekstra tinggi. “Dalam perjalanan ke sini saya melihat Gunung Merapi terlihat sangat dekat sekali, masyarakat pasti waswas. Kesiapsiagaan yang dibutuhkan juga pasti banyak sekali,” kata Takashi, Rabu.

Dia mencontohkan Gunung Sakurajima yang hanya berjarak sekitar empat kilometer dari Kota Kagoshima dan hanya dipisahkan oleh Teluk Kinko. Kagoshima yang berada di ujung barat daya pulau Kyushu, Jepang itu juga terkadang disebut "Napolinya Jepang" karena letaknya di teluk dengan cuaca yang panas.

Gunung setinggi 1.117 meter di atas permukaan laut itu memang tercatat sebagai salah satu gunung berapi teraktif di dunia. Dalam setahun, kata Takashi, gunung tersebut sudah meletus sebanyak lebih dari 1.000 kali.

Letusan besar Sakurajima pernah terjadi pada 1914, di mana abu yang menutup kota, tebalnya mencapai satu meter. Letusan besar itulah, kata dia, yang menjadi bahan pembelajaran Pemerintah Kota Kaghoshima dalam hal mitigasi bencana di kota berpenduduk 595.692 jiwa tersebut.

Selama berada di Bumi Sembada, para delegasi Kota Kagoshima ini mengunjungi sejumlah tempat yaitu mengunjungi Museum Gunung Merapi dan berdialog bersama sukarelawan pencegahan bencana di Dusun Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan.

Dalam kesempatan tersebut, Takashi juga menyampaikan surat dari Wali Kota Kagoshima kepada Bupati Sleman yang berisi ucapan terima kasih atas penerimaan kunjungan tim Kota Kagashima di Kabupaten Sleman yang pada 2017 lalu sudah pernah dilakukan.

Berkaitan dengan penandatanganan kesepakatan pada Oktober 2017 lalu soal pertukaran promosi mengenai pencegahan bencana kegunungapian, Pemerintah Kota Kagoshima diakui dia berharap mengharapkan untuk diperdalam.

“Kami telah mengembangkan berbagai macam tindakan pencegahan bencana kegunungapian dengan hidup berdampingan dengan gunung aktif Sakurajima selama lebih dari 60 tahun. Ketika kami datang berkunjung, kami ingin menggunakan Program Kerja Sama JICA [Japan International Cooperation Agency] dalam memberikan informasi tersebut kepada Sleman.” kata Takashi.

Informasi Mitigasi

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang berkesempatan menerima langsung kunjungan tersebut menyampaikan bahwa secara geografis, Kagoshima dan Sleman memiliki banyak kesamaan terkait dengan potensi bencana khususnya bencana kegunungapian. “Kerja sama ini merupakan kesempatan bagi kami untuk menggali informasi dan bertukar pengalaman dari Kota Kagoshima yang punya teknologi pencegahan dan sistem peringatan dini yang cukup maju sehingga dapat meminimalisir korban jiwa maupun material ketika terjadi bencana," kata dia.

Pemkab, kata dia, menyadari selain upaya penanggulangan, diperlukan juga upaya pencegahan bencana serta membangun budaya sadar bencana untuk membangun kesiapsiagaan saat terjadi bencana.