Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Macan dahan/YouTube
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Ploso, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus, dihebohkan kemunculan macan di sekitar bukit yang tak jauh dari perkampungan. Kemunculan predator ini diduga terkait dengan musim kemarau, di mana banyak sumber air yang kering.
Salah seorang warga Dusun Ploso, Sulis, mengatakan dirinya belum melihat penampakan macan secara langsung. Namun di wilayahnya sudah banyak yang melihat penampakan satwa dilindungi tersebut. “Sudah banyak yang melihat dan kabar ini sudah menyebar luas di tengah masyarakat,” katanya kepada wartawan, Rabu (31/7/2019).
Menurut Sulis, penampakan hewan buas itu memunculkan rasa kekhawatiran. Meski demikian, warga yang bertemu memilih menghindar. “Biasanya terlihat saat sore hingga malam hari. Meski berkeliaran, kami tidak ingin memburunya,” katanya.
Berdasarkan cerita, kemunculan harimau dikarenakan keringnya sejumlah sumber air. Oleh karena itu, warga menyiapkan ember berisi air di halaman rumah. “Ini untuk antisipasi. Kami bersyukur meski ada kabar kemunculan macan, tapi hingga sekarang kondisi kampung masih aman,” tutur dia.
Hal senada diungkapkan oleh Noto, warga lain di Dusun Ploso. Menurut dia, selama ini macan bersembunyi di gua-gua yang ada di perbukitan yang tak jauh dari permukiman. “Lokasinya tidak jauh dari pabrik batu. Di sana ada sebuah bukit yang banyak guanya dan dipercaya menjadi tempat persembunyian macan,” kata Noto.
Menurut dia, kabar kemunculan macan ini bukan hal baru dan sudah berlangsung sejak lama. Berdasarkan penuturan warga yang pernah melihat, macan yang muncul tak terlalu besar. “Saya belum melihatnya secara langsung, tapi kabarnya berkeliaran di sekitar bukit,” tuturnya.
Noto menambahkan, meski ada kabar kemunculan macan, warga tetap beraktivitas seperti pergi ke ladang yang lokasinya tidak jauh dari bukit yang dipercaya sebagai tempat persembunyian macan.
Perangkat Desa Sumberwungu, Suyut, mengatakan warga Ploso mempercayai ada sarang tempat persembunyian macan di sekitar permukiman. Kabar ini sudah berlangsung lama dan masyarakat tidak terpengaruh dengan isu ini. “Warga tetap beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.