Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Joko Pekik melukis Kartika Affandi di pelataran Beteng Vredeburg dalam Jogja Cross Culture, Minggu (4/8/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Gelaran Jogja Cross Culture menghadirkan kegiatan yang lebih beragam di hari kedua, Minggu (4/8/2019). Dimulai dengan Historical Trail yang mengajak peserta menyusuri spot-spot bersejarah, Sketsa Bersama Mastro dan bermacam pentas seni lintas budaya.
Wakil Koordinator Historical Trail, Andi Putra Jumayanta, menjelaskan Historical Trail kali ini mengangkat tema Jeron Journey. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk sayembara dengan peserta berkelomopok yang masing-masing kelomopok lima orang.
Rute Historical Trail, kata dia, dimulai dari Titik Nol Kilometer, lalu ke selatan menuju Wijilan. Di situ mereka berhenti di bekas beteng bernama Plengkung Madyasura yang sudah hilang bentuknya namun masih ada prasastinya. "Di situ ada clue [petunjuk], apa yang harus mereka cari. Kalau sudah menemukan baru didokumentasikan," katanya.
Lalu perjalanan dilanjut ke Museum Gamel, Alun-Alun Kidul, Sasana Hinggil, Dalem Prabeya, Mejaman, Pagelaran dan finis di Museum Sonobudoyo. "Di setiap spot mereka mendapatkan tugas yang harus dikerjakan. Kalau sudah bisa, baru mereka bisa lanjut ke spot selanjutnya," ucap Andi.
Sayembara ini diikuti oleh 35 kelompok yang terdiri dari perwakilan kecamatan, masyarakat umum dan komunitas. “Melalui kegiatan ini, kami ingin lebih mengenalkan sejarah Jeron Beteng. Sebab saat ini masyarakat, bahkan warga asli Jogja pun masih ada yang belum mengetahui soal sejarah Jeron Beteng,” ucap dia.
Selain Historical Trail, hari kedua Jogja Cross Culture juga diramaikan oleh lebih dari 200 perupa yang menggoreskan kuasnya di kanvas di kawasan Titik Nol Kilometer. Ratusan perupa itu terdiri dari seniman-seniman Jogja, masyarakat umum serta tiga maestro seni rupa asal DIY, yakni Nasirun, Joko pekik dan Kartika Affandi.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja, Eko Suryo Maharsono, mengatakan kegiatan seni rupa dan sastra di Jogja perlu lebih digalakkan. "Sehingga ini mudah-mudahan bisa menjadi titik awal bangkitnya seni lukis di Jogja," kata pejabat yang juga menggiati dunia lukis sketsa tersebut.
Dalam kegiatan yang diberi nama Jogja Sketsa tersebut, para perupa melukis di sekitar kawasan Titik Nol Kilometer, Beteng Vredeburg dan Gedung Agung. Mereka dibebaskan untuk melukis apapun objek dan tekniknya. Juga tanpa ada batasan waktu. "Kami cuma memberi ruang, dan respons para seniman teryata sangat bagus," ujarnya.
Salah satu pengunjung Jogja Cross Culture, Dodik Kurniawan mengaku menikmati acara tersebut. Dia mengatakan acara tersebut semakin meneguhkan Jogja sebagai Kota Seni dan Budaya. “Ratusan seniman melukis bareng di satu kawasan. Ini luar biasa sekali,” ucap mahasiswa asal Magelang itu.
Sebagai catatan, Jogja Cross Culture masih berlanjut sampai malam, dengan kegiatan meliputi Dolanan Bocah Njobo Latar, Historical Orchestra Selaras Juang, Cross Culture Performance Reunen, Launching program Gandes Luwes, dan Launching jenang Golong Gilig. Event tersebut digelar selama dua hari, mulai Sabtu (3/8) sampai Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 8 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Janice Tjen mengaku bersyukur kembali tampil di US Open 2026 meski langkahnya di nomor ganda putri terhenti usai kalah dari Aldila Sutjiadi.
Jaguar Land Rover akan memangkas 4.000 karyawan atau 10% tenaga kerja global akibat persaingan mobil China, tarif impor AS, dan tekanan industri otomotif global
Pieter Huistra mengevaluasi kekalahan PSS Sleman dari Bali United pada laga perdana Super League 2026/2027. Super Elja kini fokus berbenah jelang menghadapi Mad