Atlet Voli Muda Gunungkidul Masuk Skuad Timnas U18 AVC 2026
Pelajar asal Gunungkidul, Yudha Wahyu Surya Pratama, berhasil masuk Timnas Voli U18 Indonesia dan tampil pada AVC U18 2026 di Tiongkok.
Seorang pengendara motor sedang melintas di area kompleks Bangsal Sewokoprojo, di Kota Wonosari. Selain direvitalisasi, Dinas Kebudayaan juga berencana menjadikan bagunan ini sebagai museum pemerintahan. Kamis (11/4/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul serius untuk membangun museum. Usulan pembebasan lahan sudah disiapkan untuk mendukung terlaksananya program ini.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Sri Suhartanto, mengatakan jajarannya bersama dengan Dinas Kebudayaan (Disbud) membuat kajian pembangunan museum. Bukti keseriusan ini juga telah ditindaklanjuti dengan studi banding tentang pengelolaan museum di situs manusia purba di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah.
Dalam kunjungan yang dilaksanakan tim mendapatkan banyak referensi terkait dengan permuseuman. Salah satunya mengenai jenis museum yang akan dibangun. “Banyak ilmu yang didapat mulai dari pengelolaan, operasional hingga kategori museum apa yang bakal dibangun,” katanya kepada wartawan, Senin (5/8/2019).
Untuk konsep museum di Gunungkidul masih belum bisa ditentukan secara pasti. Sri Suhartanto berdalih pemangunan harus melalui kajian mendalam terkait dengan potensi yang dimiliki. “Masih kami matangkan, tapi untuk sementara wacana museum akan dibangun di dekat Taman Budaya Gunungkidul,” kata mantan Kepala Bagian Perekonomian Setda Gunungkidul ini.
Kepala Disbud Gunungkidul, Agus Kamtono, menyatakan sebagai bukti keseriusan untuk membangun museum jajarannya sudah mengajukan rencana pembebasan lahan melalui Dana Keistimewaan DIY. Diharapkan proses ini bisa dilakukan di 2020. “Prosesnya panjang, tapi harus dilakukan. Sebagai contoh untuk pembangunan Sangiran butuh waktu puluhan tahun,” katanya.
Menurut dia, keinginan membuat museum tidak lepas dari potensi yang dimiliki. Dibandingkan dengan daerah lain di DIY, peninggalan di Gunungkidul sangat lengkap karena mulai dari zaman prasejarah hingga kemerdekaan ada. “Potensi ini yang kami gali dan dimaksimalkan keberadaannya,” katanya.
Agus menuturkan, banyak manfaat yang diperoleh dengan adanya museum. Selain sebagai pusat informasi dan edukasi, museum juga berfungsi sebagai destinasi wisata. “Pembangunan dilakukan bertahap. Yang jelas kami serius untuk mewujudkannya,” ujarnya.
Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Disbud Gunungkidul, Agus Mantara, mengatakan banyak potensi yang bisa dijadikan untuk membangun museum. Salah satunya keberadaan Bangsal Sewokoprojo yang dulu menjadi pusat pemerintahan. Potensi ini bisa dijadikan untuk pembangunan museum pemerintahan yang menggambarkan bagaimana perkembangan Gunungkidul dari masa ke masa. “Ini baru contoh karena masih banyak potensi lain seperti situs Sokoliman, Gua Braholo hingga situs-situs lainnya yang memiliki nilai cagar budaya yang tak kalah penting,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajar asal Gunungkidul, Yudha Wahyu Surya Pratama, berhasil masuk Timnas Voli U18 Indonesia dan tampil pada AVC U18 2026 di Tiongkok.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 17 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut PIP telah menyalurkan pembiayaan Rp65 triliun kepada 14,9 juta pelaku UMKM hingga Juni 2026.
KPK menyatakan laporan gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni selesai pada aspek pencegahan, namun dugaan suap masih didalami dalam penyidikan.
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan layanan digital pemerintah wajib ramah disabilitas agar seluruh warga mendapat akses informasi publik.
Pertamina mencatat konsumsi Pertalite dan Biosolar naik setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, sementara penjualan Pertamax Series turun 18%.