Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja memeriksa struktur gigi pada hewan kambing di lapak yang dikelola oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Jogja, Rabu (31/7)./Harian Jogja- Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja mengimbau saat Iduladha mendatang, panitia penyelenggara kurban tidak lagi menggunakan kantong plastik sebagai alat pembungkus daging. Sebagai penggantinya, mereka didorong menggunakan wadah lain yang lebih ramah lingkungan, misalnya besek.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Suyana mengatakan penggunaan kantong plastik sebagai pembungkus daging kurban bisa membahayakan kesehatan. Selain itu, penggunaan kantong plastik yang masif saat Iduladha bisa menambah jumlah sampah plastik. “Plastik mengandung karsiogenik yang secara medis itu dapat memicu sel kanker,” kata dia kepada Harianjogja.com, Rabu (7/8/2019).
Menurutnya setiap kantong plastik berwarna merupakan hasil dari daur ulang. Sementara riwayat daur ulang itu sendiri tidak pernah diketahui berasal dari limbah apa saja.
Menjadi berbahaya apabila sumber daur ulang itu dari wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, logam berat dan semacamnya.
Tidak jelasnya sumber ini masih ditambah proses pengolahan dalam daur ulang yang menggunakan berbagai bahan kimia sehingga semakin membahayakan bagi kesehatan. “Berdasarkan edaran BPOM [Badan Pengawas Obat dan Makanan], kantong plastik daur ulang jangan dipakai untuk mewadahi langsung makanan. Ini bahaya dari sisi kesehatan,” ujarnya.
Di sisi lain, penggunaan kantong plastik juga mengancam lingkungan. Khususnya pada pelaksanaan kurban mendatang, sebab penggunaan plastik dilakukan secara masif dan bisa dipastikan hanya sekali pakai, sementara proses penguraian membutuhkan waktu ribuan tahun. “Maka kami sarankan panitia tidak menggunakan plastik sekali pakai untuk pendistribusian daging kurban,” kata dia.
Sebagai alternatif, dia menyarankan beberapa opsi, yakni besek bambu, daun pisang, daun jati dan wadah makanan. Ia mengakui penggunaan benda-benda ini sebagai pengganti plastik jelas lebih tidak praktis. “Namun demi kesehatan dan lingkungan, saya rasa kebiasaan menggunakan plastik sekali pakai tetap harus diubah,” ucap dia.
Selama ini, kata dia, pelaksanaan Idulkurban di Jogja memang belum pernah tanpa kantong plastik. Meski tahun lalu sudah ada imbauan dari DLH Kota Jogja, tapi belum ada yang menerapkan. “Namun tahun ini kami mendapat laporan akan ada satu masjid yang tidak akan menggunakan kantong plastik, yakni Masjid Tamtama, Kecamatan Mergangsan. Ini jelas contoh yang bagus,” kata dia.
Alas Salat
Tak hanya itu, sebelum penyembelihan kurban, dia juga berharap masyarakat melaksanakan salat id tanpa sampah. Untuk alas salat dia menyarankan agar masyarakat menggunakan tikar. Jika menggunakan koran, maka pastikan tidak meninggalkan koran berserakan di lokasi salat. “Disamping itu juga, kami imbau agar tidak mencuci jeroan di sungai. Apalagi saat kemarau begini, debit air sungai kecil,” ucap dia.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi berharap masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dia berharap pengurangan penggunaan plastik bisa diterapkan dalam pelaksanaan Idulkurban mendatang. “Tidak hanya saat Iduladha, saat berbelanja juga,” kata dia.
Untuk itu ia mengimbau panitia kurban untuk mengganti kantong plastik dengan besek yang lebih ramah lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Bahlil Lahadalia menawarkan PLTA Mamberamo Papua kepada investor dengan potensi 23 GW. PLTA Sungai Kayan juga ditawarkan.