Rayakan Iduladha Kraton Jogja Siapkan 7 Gunungan, Ini Lokasi Pembagiannya

Ilustrasi Warga berebut sisa-sisa gunungan di halaman masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Rabu (21/11/2018). - Galih Yoga Wicaksono.
08 Agustus 2019 20:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan menggelar Hajad Dalem Garebeg Besar memeringati Hari Raya Iduladha 1440 H. Gelaran tersebut akan dilaksanakan pada Senin (12/8/2019) mulai pukul 07.00 WIB.

Penghageng Tepas Tandha Yekti Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, mengatakan pada kegiatan tersebut terdapat tujuh buah gunungan yang akan dibagikan di tiga lokasi berbeda, Kagungan Dalem Masjid Gedhe, Puro Pakualaman dan Kepatihan. Gunungan-gunungan tersebut akan dikawal sepuluh bregada prajurit Kraton Ngayogyakarta yakni Bregada Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawirotama, Nyutra, Ketanggung, Mantrijero, Surakarsa dan Bugis.

Sebanyak lima gunungan meliputi Gunungan Kakung, Gunungan Estri, Gunungan Darat, Gunungan Pawuhan dan Gunungan Gepa akan dibagikan di Kagungan Dalem Masjid Gedhe. Adapu dua Gunungan Kakung lainnya akan dibagikan di Puro Pakualaman dan Kepatihan. "Seperti halnya Hajad Dalem Kraton lainnya, pelaksanaan Grebeg Besar ini mengacu pada perhitungan Kalender Jawa Sultan Agungan," katanya, Kamis (8/8/2019).

Hayu menjelaskan kata Garebeg sendiri, memiliki arti diiringi atau diantar orang banyak. Hal ini merujuk pada gunungan yang diiringi para prajurit dan abdi dalem dalam perjalanannya dari kraton menuju Masjid Gedhe. Garebeg atau yang umumnya disebut grebeg berasal dari kata gumrebeg yang mengacu kepada deru angin atau keramaian yang ditimbulkan pada saat berlangsungnya upacara tersebut.

Hajad Dalem Garebeg, katanya, digelar tiga kali dalam setahun yakni Garebeg Mulud, Garebeg Sawal, dan Garebeg Besar. Garebeg Mulud digelar pada 12 Rabiul Awal (Mulud) memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Garebeg Sawal digelar pada 1 Sawal menandai berakhirnya bulan puasa dan Garebeg Besar dilaksanakan pada 10 Dzulhijah (Besar) memperingati Hari Raya Idul Adha.

"Sebelum Grebeg Besar dilaksanakan digelar Hajad Dalem Numplak Wajik dan Gladhi Resik Prajurit," katanya.

Dia menerangkan, Numplak Wajik adalah prosesi menumpahkan wajik di badan bakal calon gunungan putri yang diiringi dengan dengan irama gejog lesung dari Abdi Dalem Keparak di Pelataran Kemagangan Kraton pada Jumat (9/8/2019) pukul 15.30 WIB. Adapun Gladhi Resik Prajurit merupakan simulasi dan latihan terakhir yang dilakukan sepuluh bregada prajurit sebelum melaksanakan tugas mengawal gunungan di Pracimosoo Pagelaran Kraton pada Minggu (4/8/2019) pukul 15.30 WIB.

"Mohon dukungan agar pelaksanaan rangkaian Hajad Dalam Garebeg Besar 1952 Be kali ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar," harap Hayu.

Selain Hajad Dalem Garebeg Besar, kata Hayu, Keraton juga akan mengadakan kegiatan terkait pergantian Tahun Baru Jawa 1953 Wawu pada 31 Agustus mendatang. Abdi Dalem Keraton Yogyakarta akan mengadakan Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng dari area Kamandungan Lor (Keben) pada Sabtu (31/8/2019) mulai pukul 21.00 WIB.

Kegiatan ini dapat diikuti masyarakat umum dengan mengenakan busana sopan dan rapi. Pihak keraton juga menyiarkan kegiatan ini secara langsung melalui kanal Periscope @kratonjogja. "Terkait Iduladha dan Kemerdekaan RI, wisata Kraton Yogyakarta ditutup pada Minggu (11/8/2019), Senin (12/8/2019) dan Sabtu (17/8/2019)," kata Hayu.