20.000 Kendaraan Masuk Setiap Tahun, Gunungkidul Tetap Tak Pernah Macet

Lalu lintas di ruas jalan utama Gunungkidul. - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
08 Agustus 2019 08:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Penambahan jumlah volume kendaraan di Kabupaten Gunungkidul tidak terlalu menimbulkan kemacetan. Berdasarkan Samsat Gunungkidul pada 2017 jumlah kendaraan yang masuk sebanyak 187.925, dengan rincian kendaraan roda dua 166.102 dan roda empat 21.823.

Pada 2018 kendaraan yang masuk sebanyak 203.187 dengan rincian kendaraan roda dua 178.656 dan roda empat 24.531. Sedangkan untuk tahun ini sampai bulan Juli tercatat 118.522 kendaraan, terbagi menjadi 103.384 kendaraan roda dua serta 15.138 kendaraan roda empat.

Kepala Seksi (Kasi) Pendaftaran dan Penetapan Samsat Gunungkidul, Singgih Margono, mengatakan jumlah kendaraan yang masuk ke Kabupaten Gunungkidul setiap tahunnya sekitar 20.000 kendaraan. Meski demikian tidak menimbulkan kemacetan.

"Jumlah tersebut justru mengalami penurunan dan kondisi geografis di sini lebih luas dibandingkan kabupaten lainnya," ucapnya kepada Harianjogja.com, Rabu (7/8/2019).

Menurut dia, jumlah penambahan kendaraan paling banyak ada di Bantul, Sleman, dan Kota Jogja sehingga menyebabkan kemacetan. Untuk mengurai masalah kemacetan, pemerintah harus menyediakan sarana transportasi umum yang bagus.

"Faktanya kendaraan umum tidak bisa berkembang sebab mereka tidak dapat menjamin kepastian dan ketepatan waktu. Penumpang takut telat tiba di tujuan," ungkapnya.