Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Penampilan grup pantomim asal DIY, Asita Mime di panggung Doku-Mime 2019 yang digelar di Concert Hall TBY, Jumat (9/8/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Rumah Pantomim Yogyakarta bekerja sama dengan Taman Budaya Yogyakarta kembali menggelar Doku-mime, sebuah perhelatan seni pantomim terbesar di Indonesia. Doku-mime yang tahun ini digelar selama dua hari, mulai Kamis (8/8/2019) dan Jumat (9/8/2019), mengangkat tema Keluargaku Duniaku.
Ketua Panitia Doku-mime 2019, Broto Wijayanto mengatakan tema tersebut merupakan instrospeksi bagi masyarakat modern yang telah akrab dengan teknologi. Kecanggihan teknologi seyogyanya bisa mempermudah pekerjaan, namun hal itu justru bikin seseorang acap melupakan orang-orang yang ada di dekatnya, terutama keluarga.
Guna memperkuat tema tersebut, keterlibatan unsur orang tua dan anak dalam karya-karya pantomim yang ditampilkan dalam Doku-mime tahun ini. “Sesuai tema, pantomim grup untuk semua umur. Juri lomba dari seniman pantomim senior, tadi ada Jamaluddin Latief, FZ Tenderiza dan Jemek Supardi. Kami menilai hasil kreativitas peserta, dan yang terpenting adalah unity, kebersamaan kelompok untuk mewujudkan konsep dalam karyanya,” katanya di sela-sela acara, Jumat.
Para juri dalam Doku-mime, juga menjadi narasumber dalam lokakarya seputar pantomim yang digelar pada Kamis. Beberapa materi yang diberikan diantaranya bagaimana berimajinasi dan menciptakan sebuah pertunjukan, ekspresi dan emosi, serta komponen terpenting dalam pantomim, serta olah tubuh.
Sementara saat pentas, Jumat, sejumlah grup pantomim besar mengisi pentas tersebut, di antaranya Rolas Maju Mime dari Surabaya, serta pantomimer asal Timor Leste, Silvano Rodriguez. “Ada pula beberapa kelompok pantomim lain dari DIY seperti Asita Mime, Happydent Mime, dan Pandamime,” ucap Broto.
Sutradara dari Asita Mime, Asita Kaladewa mengatakan dalam karyanya yang ia tampilkan dalam Doku-mime kali ini, ia sengaja tidak menggunakan banyak properti, melainkan lebih mengutamakan disiplin tubuh para pemain. “Prosesnya sekitar dua bulan, latihan dua kali seminggu, di sini saya menanamkamkan disiplin tubuh pada para pemain,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Mas Marrel serap aspirasi warga Purwosari soal air dan wisata kopi di Menoreh. Infrastruktur dan irigasi jadi perhatian utama.
Pemerintah luncurkan SPHP kedelai subsidi Rp2.000/kg untuk perajin tahu tempe. Kuota awal 250.000 ton dengan anggaran Rp500 miliar.
Revisi UU Hak Cipta diingatkan tak membatasi kreativitas digital. Regulasi harus lindungi kreator tanpa mengancam kebebasan berekspresi.
Ledakan stasiun gas di Ras Laffan Qatar menewaskan 13 orang dan melukai 66 lainnya. Pemerintah pastikan bukan sabotase.
Kejari Sleman tahan anggota DPRD RA kasus korupsi hibah pariwisata 2020 dengan kerugian negara Rp10,95 miliar.