Imbauan Pemkab Kulonprogo Diabaikan, Warga Tetap Cuci Jeroan di Sungai

Warga Dusun Dipan, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates mencuci jerohan di Sungai Serang, Minggu (11/8/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
11 Agustus 2019 21:27 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Imbauan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo agar masyarakat tidak mencuci jeroan di sungai tak diindahkan. Beberapa orang masih mencuci jeroan kurban di sungai, salah satunya di Sungai Serang, Kecamatan Wates.

Panitia pemotongan hewan kurban atau Takmir Masjid Ar-Raudhah, Dusun Dipan, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates, Joko Purnomo, mengaku mencuci jeroan di sungai saat Iduladha sejak  dulu.

“Dari dulu juga seperti itu [mencuci jeroan di sungai]. Ini hanya jeroannya. Kotorannya sudah dibuang di sekitar masjid,” ungkapnya, Minggu (11/8/2019).

Banyak warga terlihat mencuci jeroan hewan kurban di Sungai Serang. Kotoran-kotoran yang mengalir terbawa air sungai.

“Jeroannya yang dicuci dari tiga sapi sama kambing enam,” tutur Joko. Dia beralasan musim kemarau membuat ketersediaan air di permukiman warga berkurang sehingga warga harus berhemat. Joko mengaku sempat mendengar ada imbauan dari Pemkab agar warga tidak mencuci jeroan hewan kurban di sungai. Namun, imbauan itu tetap tidak diindahkan warga.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Daerah Kulonprogo Jazil Ambar Was'an mengatakan Pemkab sudah mengimbau agar kebiasaan mencuci daging dan jeroan di sungai atau mata air ditinggalkan untuk menghindari pencemaran sungai.

Panitia diharapkan membuat tempat tersendiri yang khusus untuk membersihkan daging dan jeroan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Rumah Pemotongan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Joko Purwoko mengatakan faktor kebersihan harus diperhatikan saat proses penyembelihan hewan kurban untuk mencegah munculnya penyakit-penyakit pada daging yang akan dikonsumsi.

“Titik kritis yang harus diperhatikan mulai dari penampungan hewan, proses penyembelihan sampai diprosesnya daging dan pemisahan jeroan,” ujarnya.

Di tempat pemotongan harus dipersiapkan berbagai sarana seperti sanitasi dari limbah kurban dan air bersih yang cukup. Selain itu harus disiapkan juga tempat pencucian khusus jeroan dan tempat bagi lubang darah juga rumen.