Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Aktivitas warga yang sedang mencari kebutuhannya di Pasar Burung, Kecamatan Wates pada Senin (12/8/2019). /Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan.
Harianjogja.com, WATES--Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo terus mengejar kualitas sarana dan prasarana di semua pasar rakyat. Namun, sampai saat ini, berdasarkan penilaian Disdag Kulonprogo, masih ada enam pasar yang masuk kategori kurang baik.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Daerah Dinas Perdagangan Kulonprogo, Slamet Riyadi mengatakan, keenam pasar tersebut dikategorikan kurang baik karena sarana prasarana seperti bangunan, tempat sampah, dan MCK yang kurang memadai.
"Masih ada pasar rakyat yang sarananya kurang baik. Sampah belum teratasi, belum ada kontainernya, MCK belum memadai. Bangunannya juga tua," ujar Slamet pada Senin (12/8/2019). Menurutnya, keenam pasar yang bisa dikatakan kurang baik antara lain Pasar Burung, Pasar Dondongsari, Pasar Gejlik, Pasar Clereng, Pasar Ngebung, dan Pasar Nganggrung.
Pada penilaian untuk pasar yang masuk kategori sedang ada sebanyak delapan pasar. Sedangkan pada pasar kategori baik ada 16 pasar. Total di Kulonprogo ada 30 pasar rakyat yang dikelola oleh Pemkab Kulonprogo sebagai pasar daerah.
Ia mengatakan, kendala dalam peningkatan sarana prasarana pada pasar kurang baik tersebut dihadapinya. "Di pasar kadang ada pembuangan sampah yang tidak hanya bersumber dari warga pasar saja, tapi juga sampah dari masyarakat umum. Padahal harusnya pembuangan sampah itu khusus untuk warga pasar," jelas Slamet.
Maka, setiap tahunnya Disdag Kulonprogo mengalokasikan anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana melalui revitalisasi. Empat poin yang menjadi perhatiannya dalam peningkatan kualitas pasar rakyat yaitu dengan pemenuhan sarana dan prasarana, MCK, bak sampah, dan irigasi di lingkup pasar.
Meski demikian, tahun ini, tidak ada sama sekali revitalisasi menyasar pada enam pasar yang masuk kategori kurang baik tersebut. Tahun ini, anggaran revitalisasi menyasar pada enam pasar antara lain Pasar Jagalan, Samigaluh, Bendungan, Niten, Kranggan, dan Pripih.
"Saat ini, Pasar Kranggan, Niten, dan Pripih sudah selesai penyempurnaan, dan masuk tahap penyerahan awal. Kalau yang lainnya diperkirakan selesai di September dan November," ungkap Iffah pada Senin.
Anggaran untuk revitalisasi pasar bersumber dari APBD. Sementara, untuk revitalisasi pasar skala besar pada Pasar Jagalan dan Pasar Samigaluh ditambahi anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Total anggaran yang dikeluarkan untuk revitalisasi Pasar Jagalan yaitu Rp2,4 miliar. Untuk Pasar Samigaluh yaitu Rp895 juta. Empat pasar lain, anggaran yang dikeluarkan oleh Pemkab Kulonprogo melalui APBD masing-masing pasar berkisar pada Rp100 juta sampai Rp200 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Geofisika Manado mencatat 515 gempa tektonik guncang Sulawesi Utara selama Agustus 2026. Gempa terbesar capai magnitudo 6,5.
Jadwal DAMRI dari YIA Jumat 18 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Ratusan siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung mengeluh diare usai santap menu MBG. Dinkes amankan sampel makanan untuk uji laboratorium.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.