Ada 6 Pasar di Kulonprogo Fasilitasnya Kurang Memadai

Aktivitas warga yang sedang mencari kebutuhannya di Pasar Burung, Kecamatan Wates pada Senin (12/8/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan.
13 Agustus 2019 07:57 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo terus mengejar kualitas sarana dan prasarana di semua pasar rakyat. Namun, sampai saat ini, berdasarkan penilaian Disdag Kulonprogo, masih ada enam pasar yang masuk kategori kurang baik.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Daerah Dinas Perdagangan Kulonprogo, Slamet Riyadi mengatakan, keenam pasar tersebut dikategorikan kurang baik karena sarana prasarana seperti bangunan, tempat sampah, dan MCK yang kurang memadai.

"Masih ada pasar rakyat yang sarananya kurang baik. Sampah belum teratasi, belum ada kontainernya, MCK belum memadai. Bangunannya juga tua," ujar Slamet pada Senin (12/8/2019). Menurutnya, keenam pasar yang bisa dikatakan kurang baik antara lain Pasar Burung, Pasar Dondongsari, Pasar Gejlik, Pasar Clereng, Pasar Ngebung, dan Pasar Nganggrung.

Pada penilaian untuk pasar yang masuk kategori sedang ada sebanyak delapan pasar. Sedangkan pada pasar kategori baik ada 16 pasar. Total di Kulonprogo ada 30 pasar rakyat yang dikelola oleh Pemkab Kulonprogo sebagai pasar daerah.

Ia mengatakan, kendala dalam peningkatan sarana prasarana pada pasar kurang baik tersebut dihadapinya. "Di pasar kadang ada pembuangan sampah yang tidak hanya bersumber dari warga pasar saja, tapi juga sampah dari masyarakat umum. Padahal harusnya pembuangan sampah itu khusus untuk warga pasar," jelas Slamet.

Maka, setiap tahunnya Disdag Kulonprogo mengalokasikan anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana melalui revitalisasi. Empat poin yang menjadi perhatiannya dalam peningkatan kualitas pasar rakyat yaitu dengan pemenuhan sarana dan prasarana, MCK, bak sampah, dan irigasi di lingkup pasar.

Meski demikian, tahun ini, tidak ada sama sekali revitalisasi menyasar pada enam pasar yang masuk kategori kurang baik tersebut. Tahun ini, anggaran revitalisasi menyasar pada enam pasar antara lain Pasar Jagalan, Samigaluh, Bendungan, Niten, Kranggan, dan Pripih.

"Saat ini, Pasar Kranggan, Niten, dan Pripih sudah selesai penyempurnaan, dan masuk tahap penyerahan awal. Kalau yang lainnya diperkirakan selesai di September dan November," ungkap Iffah pada Senin.

Anggaran untuk revitalisasi pasar bersumber dari APBD. Sementara, untuk revitalisasi pasar skala besar pada Pasar Jagalan dan Pasar Samigaluh ditambahi anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Total anggaran yang dikeluarkan untuk revitalisasi Pasar Jagalan yaitu Rp2,4 miliar. Untuk Pasar Samigaluh yaitu Rp895 juta. Empat pasar lain, anggaran yang dikeluarkan oleh Pemkab Kulonprogo melalui APBD masing-masing pasar berkisar pada Rp100 juta sampai Rp200 juta.