Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Kendaraan melaju di depan Pasar Wates, Kecamatan Wates, Senin (1/7/2019)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mengejar target penyelesaian revitalisasi enam pasar tahun ini. Sebagian pasar akan selesai pada pertengahan tahun sedangkan sisanya di akhir tahun.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Daerah Dinas Perdagangan Kulonprogo Slamet Riyadi mengungkapkan tahun ini instansinya menargetkan penyelesaian enam revitalisasi pasar. Sebanyak dua proyek berupa revitalisasi skala besar sedangkan empat lainnya hanya penambahan beberapa fasilitas.
Untuk dua pasar yang direvitalisasi skala besar yakni Pasar Jagalan dan Pasar Samigaluh sedangkan empat pasar lainnya yaitu Pasar Bendungan, Niten, Kranggan dan Pripih hanya diberikan tambahan fasilitas seperti penyempurnaan drainase dan penambahan kontainer sampah.
“Semua sudah berjalan (revitalisasi). Kalau untuk Pasar Jagalan dan Samigaluh mungkin September sampai November baru selesai. Kalau yang empat lainnya pada Agustus ini bisa selesai,” tutur Slamet kepada Harian Jogja, Senin (1/7).
Dana revitalisasi pasar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kulonprogo dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Untuk keempat pasar yang hanya ditambahi fasilitas menggunakan APBD saja tetapi untuk Pasar Jagalan dan Samigaluh ditambahi pendanaan dari DAK. Karena itu, Pemkab perlu mengusulkan rencana perbaikan Jagalan dan Samigaluh dulu ke Pemerintah Pusat sebelum akhirnya disetujui.
Anggaran yang dikeluarkan untuk revitalisasi Pasar Jagalan yaitu Rp2,4 miliar, untuk Pasar Samigaluh yaitu Rp895 juta sedangkan untuk empat pasar lain, anggaran yang dikeluarkan Pemkab masing-masing pasar berkisar pada Rp100 juta sampai Rp200 juta.
Selain dengan revitalisasi enam pasar, Disdag tahun ini juga berupaya meningkatkan kualitas Pasar Wates untuk menopang kebutuhan masyarakat luas dalam menyambut Yogyakarta International Airport (YIA).
Menurut Kepala Disdag Kulonprogo Iffah Mufidati, saat ini di Kulonprogo dari 30 pasar yang dikelola Pemkab, hanya Pasar Sentolo saja yang sudah berstandar nasional (SNI). Di Pasar Sentolo, ada berbagai macam kriteria seperti adanya ruang laktasi. “Di Pasar Wates diupayakan agar ada ruang laktasi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Thailand vs Vietnam bertemu di final Piala AFF 2026. Thailand memburu gelar sekaligus ingin membalas kekalahan pada final 2024.
Ducati menilai gaya Marquez, Bagnaia, dan Di Giannantonio punya keunggulan berbeda yang tak bisa ditiru meski memakai data yang sama.
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Kabut asap dari kebakaran Sumatra dan Kalimantan berpotensi mengganggu F1 Singapura 2026. Panitia menyiapkan rencana kontingensi.
Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Cabang Nominasi Cabang Unggul ‘Aisyiyah DIY