Pemkab Kulonprogo Kejat Target Revitalisasi 6 Pasar Tahun Ini

Kendaraan melaju di depan Pasar Wates, Kecamatan Wates, Senin (1/7/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
01 Juli 2019 23:27 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mengejar target penyelesaian revitalisasi enam pasar tahun ini. Sebagian pasar akan selesai pada pertengahan tahun sedangkan sisanya di akhir tahun.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Daerah Dinas Perdagangan Kulonprogo Slamet Riyadi mengungkapkan tahun ini instansinya menargetkan penyelesaian enam revitalisasi pasar. Sebanyak dua proyek berupa revitalisasi skala besar sedangkan empat lainnya hanya penambahan beberapa fasilitas.

Untuk dua pasar yang direvitalisasi skala besar yakni Pasar Jagalan dan Pasar Samigaluh sedangkan empat pasar lainnya yaitu Pasar Bendungan, Niten, Kranggan dan Pripih hanya diberikan tambahan fasilitas seperti penyempurnaan drainase dan penambahan kontainer sampah.

“Semua sudah berjalan (revitalisasi). Kalau untuk Pasar Jagalan dan Samigaluh mungkin September sampai November baru selesai. Kalau yang empat lainnya pada Agustus ini bisa selesai,” tutur Slamet kepada Harian Jogja, Senin (1/7).

Dana revitalisasi pasar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kulonprogo dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Untuk keempat pasar yang hanya ditambahi fasilitas menggunakan APBD saja tetapi untuk Pasar Jagalan dan Samigaluh ditambahi pendanaan dari DAK. Karena itu, Pemkab perlu mengusulkan rencana perbaikan Jagalan dan Samigaluh dulu ke Pemerintah Pusat sebelum akhirnya disetujui.

Anggaran yang dikeluarkan untuk revitalisasi Pasar Jagalan yaitu Rp2,4 miliar, untuk Pasar Samigaluh yaitu Rp895 juta sedangkan untuk empat pasar lain, anggaran yang dikeluarkan Pemkab masing-masing pasar berkisar pada Rp100 juta sampai Rp200 juta.

Selain dengan revitalisasi enam pasar, Disdag tahun ini juga berupaya meningkatkan kualitas Pasar Wates untuk menopang kebutuhan masyarakat luas dalam menyambut Yogyakarta International Airport (YIA).

Menurut Kepala Disdag Kulonprogo Iffah Mufidati, saat ini di Kulonprogo dari 30 pasar yang dikelola Pemkab, hanya Pasar Sentolo saja yang sudah berstandar nasional (SNI). Di Pasar Sentolo, ada berbagai macam kriteria seperti adanya ruang laktasi. “Di Pasar Wates diupayakan agar ada ruang laktasi,” ungkapnya.