Atap Pendopo Parasamya Bantul Ambrol, Ini Dia Dugaan Penyebabnya

Bagian atap Pendopo Parasamya di kompleks Kantor Pemerintahan Kabupaten Bantul yang runtuh, Rabu (14/8/2019) siang. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
14 Agustus 2019 14:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Atap Pendopo Parasamya I di kompleks Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bantul runtuh, Rabu (14/8) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun untuk memperbaiki kembali pendopo yang dibangun pada 1995 tersebut memerlukan anggaran hingga ratusan juta.

Atap pendopo yang runtuh sekitar pukul 11.30 WIB tersebut tepat disisi utara pendopo. Akibatnya kini sisi itu terlihat gerowong yang cukup besar karena kayu dan genting jatuh dan berserakan di lantai pendopo. Untuk mengantisipasi melebarnya atap bangunan roboh, petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan Bantul menutup sementara penggunaan pendopo tersebut dengan memasang garis biru.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Bobot Arifi’aidin mengaku belum bisa memastikan penyebab runtuhnya atap bangunan Pendopo Parasamya tersebut.

Dia menduga atap bangunan pendopo itu runtuh karena bagian usuk dan reng penyangga genting lapuk akibat menjadi sarang kelelawar. “Itu banyak sekali kotoran dan air seni kelelawar yang membuat kayunya rapuh dan ambrol,” kata Bobot, saat meninjau atap bangunan Pendopo Parasamya yang runtuh.

Bagian atap Pendopo Parasamya di kompleks Kantor Pemerintahan Kabupaten Bantul yang runtuh, Rabu (14/8) siang.

Bukan Karena Usia

Dia mengatakan Pendopo Parasamya dibangun sekitar 1995 lalu saat Bupati Bantul dijabat oleh Sri Roso Sudarmo. Secara usia, kata dia, sebenarnya bangunan pendopo masih layak. Oleh sebab itu dinasnya akan mengerahkan tim untuk mengecek semua sisi bangunan Pendopo Parasamya.

Lebih lanjut Bobot mengaaku belum mengetahui kebutuhan anggaran untuk perbaikan atap pendopo yang roboh tersebut karena masih dalam pengecekan, “Kalau untuk bagian yang robohnya saja enggak sampai Rp100 juta ya. Tapi kalau perlu dicek keseluruhan bangunan bisa lebih dari Rp100 juta,” ucap Bobot.

Bupati Bantul Suharsono yang ikut mengecek bagian pendopo yang roboh langsung memerintahkan pejabat DPUPKP mengecek semua bangunan pendopo. Tidak hanya bangunan pendopo, bahkan Bupati minta semua bangunan di kompleks Kantor Pemkab Bantul terutama bangunan lama perlu dicek kembali.

“Harus dicek secara keseluruhan, kalau memang atapnya harus diganti ya diganti jangan sampai ada kejadian atap bangunan roboh lagi,” kata Suharsono. Ia juga meminta tim pembangunan nanti mengganti kayu pendopo dengan kayu jati.