Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Bagian atap Pendopo Parasamya di kompleks Kantor Pemerintahan Kabupaten Bantul yang runtuh, Rabu (14/8/2019) siang./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Atap Pendopo Parasamya I di kompleks Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bantul runtuh, Rabu (14/8) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun untuk memperbaiki kembali pendopo yang dibangun pada 1995 tersebut memerlukan anggaran hingga ratusan juta.
Atap pendopo yang runtuh sekitar pukul 11.30 WIB tersebut tepat disisi utara pendopo. Akibatnya kini sisi itu terlihat gerowong yang cukup besar karena kayu dan genting jatuh dan berserakan di lantai pendopo. Untuk mengantisipasi melebarnya atap bangunan roboh, petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan Bantul menutup sementara penggunaan pendopo tersebut dengan memasang garis biru.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Bobot Arifi’aidin mengaku belum bisa memastikan penyebab runtuhnya atap bangunan Pendopo Parasamya tersebut.
Dia menduga atap bangunan pendopo itu runtuh karena bagian usuk dan reng penyangga genting lapuk akibat menjadi sarang kelelawar. “Itu banyak sekali kotoran dan air seni kelelawar yang membuat kayunya rapuh dan ambrol,” kata Bobot, saat meninjau atap bangunan Pendopo Parasamya yang runtuh.
.jpg)
Bukan Karena Usia
Dia mengatakan Pendopo Parasamya dibangun sekitar 1995 lalu saat Bupati Bantul dijabat oleh Sri Roso Sudarmo. Secara usia, kata dia, sebenarnya bangunan pendopo masih layak. Oleh sebab itu dinasnya akan mengerahkan tim untuk mengecek semua sisi bangunan Pendopo Parasamya.
Lebih lanjut Bobot mengaaku belum mengetahui kebutuhan anggaran untuk perbaikan atap pendopo yang roboh tersebut karena masih dalam pengecekan, “Kalau untuk bagian yang robohnya saja enggak sampai Rp100 juta ya. Tapi kalau perlu dicek keseluruhan bangunan bisa lebih dari Rp100 juta,” ucap Bobot.
Bupati Bantul Suharsono yang ikut mengecek bagian pendopo yang roboh langsung memerintahkan pejabat DPUPKP mengecek semua bangunan pendopo. Tidak hanya bangunan pendopo, bahkan Bupati minta semua bangunan di kompleks Kantor Pemkab Bantul terutama bangunan lama perlu dicek kembali.
“Harus dicek secara keseluruhan, kalau memang atapnya harus diganti ya diganti jangan sampai ada kejadian atap bangunan roboh lagi,” kata Suharsono. Ia juga meminta tim pembangunan nanti mengganti kayu pendopo dengan kayu jati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.